Jakarta

Pantura Jawa Darurat, Pemerintah Bergerak Cepat

Pantura Jawa Darurat, Pemerintah Bergerak Cepat © mili.id

Mili.id– Kondisi pesisir Pantai Utara Jawa memasuki fase kritis setelah pemerintah menemukan laju penurunan tanah yang kian mengkhawatirkan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menggelar rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan kepala daerah guna merespons ancaman tersebut. Rapat yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri sejumlah pejabat strategis termasuk perwakilan riset nasional dan otorita pengelola wilayah pesisir.

Dalam pertemuan itu, AHY menegaskan bahwa Pantura Jawa menghadapi risiko besar akibat kombinasi penurunan tanah hingga 20 sentimeter per tahun, kenaikan muka laut, serta tekanan aktivitas manusia. Kondisi ini berpotensi memicu banjir rob yang semakin luas dan merusak permukiman serta infrastruktur vital.

Baca juga: Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Pemerintah, menurut AHY, tengah menyiapkan langkah terpadu mulai dari pembangunan tanggul laut, pengendalian air tanah, hingga kolaborasi riset untuk solusi jangka panjang. Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat mitigasi dan tata ruang berbasis risiko.

Baca juga: Gen Z Masuk Struktur Partai, PDIP Surabaya Siap Guncang Peta Politik 2029

Situasi genting ini menjadi peringatan serius bahwa tanpa intervensi cepat dan terkoordinasi, kawasan Pantura dapat mengalami kerusakan permanen. Upaya bersama lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk melindungi jutaan warga yang tinggal di sepanjang pesisir utara Jawa. Langkah konkret akan difokuskan pada percepatan proyek perlindungan pesisir nasional serta peningkatan kesadaran publik terhadap penggunaan air tanah berlebihan di wilayah perkotaan padat penduduk setempat kini.

Editor : Redaksi



Berita Terkait