Mili.id – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai strategi jangka panjang memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Baca juga: BAZNAS Surabaya Dukung Pendidikan 1.500 Anak Yatim Lewat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Dilansir dari ANTARA, Menag menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan materi, tetapi juga kemiskinan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Baznas diharapkan tidak semata berfokus pada bantuan ekonomi, melainkan juga mengedepankan pendekatan pendidikan melalui program beasiswa yang lebih masif dan berkelanjutan.
Mengutip nilai dalam Surat Al-Ma’un, Nasaruddin menyebut bahwa makna kemiskinan juga mencakup keterbatasan akses terhadap ilmu. “Kita ingin masa depan di mana kemiskinan umat dapat diatasi melalui lahirnya generasi berilmu lewat program beasiswa yang masif,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'i mendorong optimalisasi pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid memastikan penguatan program beasiswa menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mustahik.
Editor : Redaksi
