Jawa Timur

Delegasi Palestina dan Australia Kunjungi Amanatul Ummah Mojokerto, Bahas Pendidikan di Tengah Konflik

Delegasi Palestina dan Australia Kunjungi Amanatul Ummah Mojokerto, Bahas Pendidikan di Tengah Konflik © mili.id

Rombongan pejabat tinggi Kementerian Pendidikan Palestina bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia di Palestina melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Rabu (22/4/2026).

Mili.id-Rombongan pejabat tinggi Kementerian Pendidikan Palestina bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia di Palestina melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari studi banding untuk mempelajari sistem pendidikan berbasis pesantren di Indonesia.

Delegasi yang hadir antara lain Dr Ilhab Shukri Inayyem, Dr Ahmed M.M Khateeb, serta perwakilan Australia untuk Palestina, Dr Bethany Randell, bersama puluhan pejabat setingkat direktur. Mereka disambut langsung oleh pendiri dan pengasuh Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, di Gedung Pertemuan Universitas KH Abdul Chalim.

Baca juga: Rombongan Santri Amanatul Ummah Mojokerto Terseret Arus Pantai Balekambang Malang

Dalam sambutannya, Kiai Asep menyampaikan selamat datang sekaligus memperkenalkan sekilas profil pesantren yang diasuhnya, termasuk jumlah santri yang mencapai 16 ribu orang. Sambutan berlangsung hangat dengan menggunakan bahasa Arab, mencerminkan kedekatan kultural antara kedua pihak.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC) yang disambut rektor dan jajaran akademisi. Di sana, delegasi Palestina dan Australia berdialog dengan sekitar 300 mahasiswa dan dosen, membahas kondisi pendidikan di Palestina yang tengah dilanda konflik berkepanjangan.

Dalam forum tersebut, Dr Ilhab Shukri mengungkapkan kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Palestina. Ia menyebut sekitar 95 persen sarana dan prasarana pendidikan telah hancur akibat konflik dengan Israel. “Tiap hari anak-anak Palestina mendengar suara bom dan rudal. Bahkan puluhan anak meninggal setiap harinya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya perdamaian dan pendidikan berkarakter sebagai fondasi membangun peradaban. Meski berada dalam tekanan, masyarakat Palestina, menurutnya, tetap berupaya mempertahankan pendidikan bagi generasi muda.

Sementara itu, Dr Ahmed M.M Khateeb menyoroti kompleksitas persoalan Palestina yang telah berlangsung selama berabad-abad. Ia mengajak dunia internasional untuk membangun kesadaran kemanusiaan dalam menghadapi situasi tersebut.“Kami tidak membenci, tetapi justru berharap lahirnya peradaban yang lebih beradab melalui pendidikan,” katanya.

Baca juga: Zulhas Minta Maaf ke Khofifah Usai Mobil yang Disopiri Terjebak Lumpur

Perwakilan Australia, Dr Bethany Randell, menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung reformasi pendidikan di Palestina melalui kerja sama bilateral yang telah lama terjalin.

Dialog semakin dinamis ketika mahasiswa UAC mengajukan pertanyaan terkait pemulihan infrastruktur pendidikan dan trauma psikologis anak-anak Palestina. Delegasi Palestina menjawab bahwa upaya rehabilitasi terus dilakukan, termasuk melalui dukungan relawan dan organisasi internasional yang mengajar di tenda-tenda pengungsian.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Masjid Raya KH Abdul Chalim, di mana ribuan santri telah menanti. Usai salat berjamaah, para delegasi menyampaikan orasi yang disambut antusias para santri. “Ilmu harus didatangi. Karena itu kami datang ke sini, ke tempat yang besar dan makmur,” ujar Ilhab Shukri di hadapan ribuan santri.

Baca juga: Absen Hadir Dialog Publik UMS, Gibran Penuhi Undangan Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto

Kunjungan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kiai Asep. Suasana berlangsung khusyuk, sekaligus menjadi simbol solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi momen penting bagi delegasi internasional untuk mempelajari sistem pendidikan pesantren. Dr Ahmed M.M Khateeb bahkan mengaku terkesan dengan model pendidikan di Amanatul Ummah.“Saya belum pernah menemukan lembaga seperti ini dalam kunjungan saya di berbagai negara,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menegaskan peran pesantren Indonesia sebagai salah satu rujukan pendidikan berbasis karakter di tingkat global, sekaligus memperkuat solidaritas internasional terhadap isu kemanusiaan dan pendidikan di Palestina.

Editor : Muhammad



Berita Terkait