Jawa Barat

Kadin Depok Matangkan Muskot 2026, Miftah Tekankan Transparansi dan Pemimpin Profesional

Kadin Depok Matangkan Muskot 2026, Miftah Tekankan Transparansi dan Pemimpin Profesional © mili.id

DEPOK – Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar, menegaskan komitmennya untuk mendorong proses Musyawarah Kota (Muskot) berjalan transparan dan sesuai aturan, di tengah dinamika internal organisasi.

Hal itu disampaikan Miftah usai rapat pengurus yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal. Dalam pertemuan tersebut, Kadin Depok resmi membentuk panitia Muskot sebagai langkah awal menuju pemilihan ketua baru.

'Alhamdulillah, hari ini kami sudah menyepakati pembentukan panitia. Saya juga langsung menandatangani surat keputusan (SK) untuk steering committee (SC) dan organizing committee (OC)," ujarnya.

Ia menyebut, posisi Ketua SC dipercayakan kepada Sonar Harahap, sementara Ketua OC dijabat Nurjaman. Panitia akan segera bekerja, termasuk membuka pendaftaran bakal calon ketua dalam waktu dekat.

"Pendaftaran kemungkinan dibuka satu hingga dua minggu ke depan. Untuk pelaksanaan Muskot, sudah disepakati pada bulan September 2026," jelasnya.

Miftah menegaskan, seluruh kandidat memiliki peluang yang sama untuk maju sebagai calon ketua. Namun, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan aturan organisasi.

Ia juga menyinggung adanya dinamika internal yang mulai muncul sejak Februari, terutama terkait perubahan kepengurusan yang dinilai tidak sesuai mekanisme.

"Yang jadi persoalan itu ketika ada perubahan kepengurusan yang tidak sesuai aturan. Harusnya semua berjalan sesuai mekanisme organisasi," tegasnya.

Selain itu, Miftah turut menyoroti tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam proses pencalonan, yang dinilai bisa menjadi beban bagi pengusaha kecil.

"Kalau bicara realitas di lapangan, biaya untuk ikut kontestasi ini tidak kecil. Sementara banyak pelaku usaha, khususnya yang kecil, masih menghadapi keterbatasan," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat partisipasi pelaku usaha dalam organisasi.

Meski demikian, ia berharap proses Muskot ke depan dapat berjalan kondusif dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa Kadin Depok lebih baik.

"Siapapun yang terpilih nanti, saya harap bisa menyatukan para pengusaha, bersinergi dengan pemerintah, dan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah," tuturnya.

Miftah juga berharap praktik-praktik negatif seperti politik uang dapat diminimalisir dalam proses pemilihan.

“"Harapan kita tentu proses ini berjalan sehat dan profesional. Semua kembali ke panitia untuk mengatur mekanismenya," pungkasnya.

Editor : Eka Ardimiyati



Berita Terkait