Viral di Instagram, Pengguna Akun Keluhkan Dugaan Teror Usai Blokir Kontak Pria

Viral di Instagram, Pengguna Akun Keluhkan Dugaan Teror Usai Blokir Kontak Pria © mili.id

Mili.id-Jagat media sosial kembali diramaikan dengan curhatan seorang pengguna Instagram yang mengaku mengalami dugaan teror setelah memblokir seseorang berinisial BR. Melalui akun Instagram bernama putry_pandian, unggahan tersebut viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku bahwa setelah memblokir BR, yang bersangkutan justru diduga melakukan intimidasi dengan cara menghubungi temannya. Ia menyebut, temannya menerima telepon bernada ancaman hanya karena tidak bersedia menjadi perantara untuk menyampaikan permintaan damai.

Baca juga: Diblokirnya Ratusan Akun Medsos Karena Terindikasi Memprovokasi Massa

“Ini si BR nelpon teman saya sambil mengancam, karena sudah saya blokir jadi dia meneror lewat teman saya,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menyebut temannya ikut menjadi sasaran tekanan lantaran berencana memblokir nomor BR. Situasi ini, menurutnya, semakin memperkeruh hubungan yang sebelumnya sudah ia putuskan untuk diakhiri tanpa kompromi.

Baca juga: Ini Alasan Pria yang Tega Jual Istri Layani Threesome di Mojokerto

Pemilik akun secara tegas menyatakan tidak memiliki keinginan untuk berdamai. Ia juga menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan sebagai upaya membatasi akses komunikasi, namun justru memicu tindakan lain yang dinilai meresahkan.

Unggahan tersebut disertai nada sindiran dan emotikon tawa, bahkan membandingkan tindakan yang dialami dengan cara kerja aparat penegak hukum, yang kemudian menjadi perhatian publik.

Baca juga: Usai Freestyle di Depan Pemkot Mojokerto, Konten Kreator Racing ini Minta Maaf

Hingga kini, belum ada klarifikasi dari pihak yang disebut dalam unggahan tersebut. Sementara itu, sejumlah warganet menyarankan agar persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum apabila benar terjadi ancaman, guna menghindari dampak yang lebih luas.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital, serta bijak dalam menyikapi konflik personal agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait