Pantauan dari udara memperlihatkan arus kendaraan yang melintas di Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), kawasan Bekasi, Jawa Barat, menjelang periode mudik Lebaran 2026, Senin (16/3/2026).
Mili.id – Puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek dan Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) sejak Selasa (17/3/2026) malam hingga Rabu (18/3/2026) dini hari. Lonjakan kendaraan pemudik menyebabkan kepadatan panjang menuju arah Cikampek.
Antrean kendaraan terpantau mengular mulai Km 19 Grand Wisata, Tambun, Kabupaten Bekasi, hingga wilayah Karawang. Kepadatan lalu lintas mencapai puncaknya sekitar pukul 00.30 WIB dengan kecepatan kendaraan yang hanya berkisar 20–30 kilometer per jam.
Baca juga: Kemacetan Parah di Jalan Panjang Jakbar, Sisa Coran Berserakan Hambat Arus Lalu Lintas
Tingginya volume kendaraan membuat arus lalu lintas melambat di kedua ruas tol utama tersebut, yang menjadi jalur favorit pemudik menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Contraflow Diperpanjang
Untuk mengurai kepadatan, PT Jasamarga Transjawa Tol bersama kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di ruas Tol Jakarta–Cikampek arah Cikampek.
Awalnya, contraflow diberlakukan dari Km 47 hingga Km 70 arah Cikampek sejak Selasa (17/3/2026) pukul 20.43 WIB. Namun, seiring meningkatnya volume kendaraan, skema tersebut diperluas.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa contraflow akhirnya diperpanjang dari Km 38 Cikarang hingga Km 70 mulai Rabu (18/3/2026) pukul 00.00 WIB atas diskresi kepolisian.
“Kami perpanjang contraflow karena volume lalu lintas kendaraan arah Cikampek terus meningkat,” ujarnya.
Baca juga: Bus Transjakarta Tabrak Separator, Arus Lalu Lintas MT Haryono Sempat Tersendat
Imbauan bagi Pemudik
Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan secara matang guna menghindari hambatan selama perjalanan. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.
Selain itu, pemudik diingatkan untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi, mengisi bahan bakar sebelum memasuki jalan tol, serta membawa bekal guna mengurangi antrean di rest area.
Pengendara juga diminta tetap mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Informasi kondisi lalu lintas terkini dapat dipantau melalui aplikasi Travoy atau One Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang beroperasi selama 24 jam.
Baca juga: Kemacetan Gedangan Diatasi, Sidoarjo Siapkan Flyover Baru Skala Besar
40 Persen Warga Jadetabek Sudah Mudik
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan sekitar 40 persen warga Jabodetabek telah meninggalkan wilayahnya untuk mudik sejak dimulainya Operasi Ketupat Jaya 2026.
Ia menyebut arus kendaraan sejauh ini masih tergolong ramai lancar meski terjadi peningkatan volume lalu lintas. Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari.
“Sudah ada sekitar 40 persen warga mudik, kemungkinan hari ini meningkat,” kata Asep usai peresmian Kantor Sat Pamobvit Polres Metro Bekasi di kawasan industri GIIC Deltamas, Cikarang Pusat.
Editor : Eka Ardimiyati
