Galeri Pusaka Papat Sekawan, Dewan Kota: Ini Akar Budaya Surabaya

Galeri Pusaka Papat Sekawan, Dewan Kota: Ini Akar Budaya Surabaya © mili.id

Jhon Thamrun bersama warga ketika berbincang budaya asli Surabaya di Galerali Pusaka Papat Sekawan/Foto Tris fot Mili.id

Mili.id - Galeri Pusaka Papat Sekawan di Jl. Raya Menganti Jeruk, Kecamatan Lakarsantri merupakan akar asli budaya masyarakat Surabaya.

Begitu kata Jhon Thamrun, legislator PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, di wilayah Lakar Santri, budaya asli Surabaya masih sangat kental. Dan kalau melihat kecamatan  lain, Thamrun memastikan tidak ada sekental unsur budaya asli Surabaya seperti di kawasan ini.

"Terbukti salah satunya adalah banyaknya pesarehan dan punden." ungkapnya.

Bahkan tambah Thamrun, banyak peninggalan zaman kuno yang menurutnya mungkin masih belum ditemukan sampai detik ini.

Untuk itu, ia bersama warga Dukuh Banjar Melati, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, bersepakat atau komitmen mempertahankan budaya asli Suroboyo.

Sekaligus mencari tahu apakah masih ada peninggalan-peninggalan zaman kuno yang belum ditemukan. “Ini masih perlu kita gali lagi, dan ini bukan hanya kepentingan masyarakat Dukuh Banjar Melati saja, melainkan kepentingan kita semua. Dan bukan tidak mungkin, original budaya Surabaya sebenarnya ada di Banjar Melati Kelurahan Jeruk ini,” tegasnya.

Sementara, Ketua RT 03/RW 03 Dukuh Banjar Melati, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Panut mengatakan, warga Banjar Melati sangat terbuka bagi siapa saja yang akan berkunjung ke Galeri Pusaka Papat Sekawan.

Baca juga: SPMB 2026, DPRD Surabaya Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Apalagi, tambah Panut, adanya dukungan dari anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, keberadaan Galeri Pusaka Papat Sekawan di Lakarsantri ini semakin berkembang dan dikenal sebagai asli budaya masyarakat Surabaya.

“Tinggal support dari Pemkot Surabaya terhadap Galeri Pusaka Papat Sekawan seperti apa, kita lihat saja,” pungkas Panut.

Thamrun menambahkan, sebagai anggota dewan, keberadaan Galeri Pusaka Papat Sekawan tentu menjadi sebuah tugas budaya. Anggota dewan tidak bisa memilih, dimana akan ditempatkan dan dalam tugas apa.

“Tapi sebagai wakil rakyat harus bisa mengayomi dari berbagai macam bidang, nah disini ketemu, seperti botol ketemu tutupnya. Saya arek Suroboyo sebagai wakil rakyat maka muncullah jiwa arek Suroboyo yang menyatu dengan budaya asli Surabaya,” tutur Thamrun.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Surabaya Segera Evaluasi dan Sanksi Tegas Spa Bermasalah

Ia kembali mengatakan, jika kita berkunjung ke Galeri Pusaka Papat Sekawan, juga akan dihadirkan berbagai ragam budaya pusaka, dan alunan irama lagu-lagu Kejawen, langgam Jawa, dan sebagainya.

“Maka kami sebagai anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan dan sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, kami punya tanggung jawab terhadap budaya yang ada di Surabaya,” demikian ungkap Thamrun.

Baca juga: Ajeng Wira Wati Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga dalam Reses di Gubeng

Copyright © Mili.id 2022

Editor : Redaksi



Berita Terkait