Jakarta

Polri Siaga Lebaran, Operasi Ketupat 2026 Kawal Arus Mudik Nasional

Polri Siaga Lebaran, Operasi Ketupat 2026 Kawal Arus Mudik Nasional © mili.id

Petugas kepolisian menyampaikan kesiapan pengamanan arus mudik dalam Operasi Ketupat 2026 di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Mili.id— Kepolisian Republik Indonesia resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi kepolisian terpusat ini difokuskan pada kelancaran lalu lintas sekaligus menjaga keamanan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (12/3). Melalui operasi tahunan tersebut, Polri menegaskan kesiapan pengamanan perjalanan masyarakat selama musim mudik.

Baca juga: One Way KM 263–70 Diterapkan, Pemerintah Kendalikan Lonjakan Arus Balik

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho mengatakan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan kendaraan, tetapi juga menjamin kegiatan sosial dan ibadah masyarakat berlangsung aman dan tertib.

Lima Klaster Pengamanan
Operasi Ketupat 2026 mencakup lima sektor utama, yakni pengamanan jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, simpul transportasi seperti terminal, bandara, dan stasiun, serta tempat ibadah dan destinasi wisata.

Polri mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama periode Lebaran.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polri menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, mulai dari contraflow hingga sistem satu arah (one way). Kebijakan akan diterapkan secara situasional berdasarkan pemantauan volume kendaraan secara real time.

Baca juga: Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Pastikan Mudik dan Arus Balik Aman dan Kondusif

Contraflow diberlakukan jika arus kendaraan mencapai sekitar 5.500 kendaraan per jam dan dapat diperluas apabila volume meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam. Jika kepadatan terus bertambah, sistem one way tahap awal akan diterapkan dari Km 70 hingga Km 236 menuju Jawa Tengah.

Rekayasa lalu lintas juga disiapkan di jalur wisata seperti kawasan Puncak via Gadog, jalur Bogor–Sukabumi, Malang Raya, hingga titik kemacetan Mengkreng di Jawa Timur.

Pemantauan Berbasis Teknologi
Dalam operasi tahun ini, Korlantas Polri memanfaatkan teknologi pemantauan seperti drone, kamera pengawas, dan body camera petugas untuk memonitor kondisi lalu lintas secara langsung. Sistem tersebut memungkinkan pengambilan keputusan cepat dalam pengaturan arus kendaraan.

Baca juga: Arus Mudik di Jatim 2026 Naik Signifikan, Jumlah Kendaraan Tembus 1,93 Juta

Selain itu, Kapolri turut menyerahkan kendaraan operasional kepada sejumlah Polda guna mendukung mobilitas personel di lapangan, terutama di wilayah dengan potensi lonjakan pemudik tinggi.

Polri berharap seluruh skenario pengamanan mampu memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, tiba di tujuan dengan selamat, serta kembali dengan nyaman setelah Lebaran.

Editor : Eka Ardimiyati



Berita Terkait