Ilustrasi cuaca ekstrem
Mili.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur berpeluang mengalami hujan dengan intensitas bervariasi mulai pagi hingga malam hari pada Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan data prakiraan cuaca yang diterima, kondisi pagi hari diprediksi cerah berawan namun tetap berpotensi terjadi hujan disertai petir di sejumlah daerah. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan berubah menjadi berawan tebal dengan peluang hujan petir yang masih dapat terjadi.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diminta Waspada
Sementara itu, pada malam hari cuaca diprakirakan berawan tebal dengan potensi hujan ringan. Kondisi serupa juga diprediksi berlangsung hingga dini hari, dengan langit berawan dan peluang hujan ringan di beberapa wilayah.
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Timur hari ini berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 58 hingga 100 persen. Arah angin dominan bertiup dari barat laut dengan kecepatan antara 5 hingga 52 kilometer per jam.
Selain wilayah daratan, BMKG Tanjung Perak juga merilis prakiraan kondisi cuaca di sejumlah perairan Jawa Timur yang menunjukkan perbedaan karakteristik.
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jatim
Di wilayah Laut Jawa bagian timur, cuaca diprakirakan mengalami hujan ringan dengan angin dari arah barat berkecepatan hingga 40 knots (74 km/jam) dan tinggi gelombang berkisar 1,3–2,6 meter.
Adapun di Selat Madura, kondisi cuaca diperkirakan berawan tebal dengan angin dari barat laut berkecepatan 41 knots (76 km/jam) serta gelombang mencapai 0,8–2,2 meter.
Baca juga: Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah Jatim
Sementara itu, masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran di perairan selatan Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, angin dari arah barat diprediksi bertiup lebih kencang hingga 63 knots (117 km/jam) dengan tinggi gelombang mencapai 2,0 hingga 6,6 meter, yang berpotensi membahayakan aktivitas laut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi pengguna jalan dan nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan dengan gelombang tinggi.
Editor : Redaksi
