Sumbar Intensif Perangi Narkoba, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Ancaman Produksi Lokal

Sumbar Intensif Perangi Narkoba, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Ancaman Produksi Lokal © mili.id

Mili.id– Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memberantas peredaran narkoba secara masif dan terstruktur. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Ditresnarkoba Polda Sumbar di halaman Apel Polda Sumatera Barat.

Mahyeldi menyoroti perkembangan terbaru kasus narkoba di Sumatera Barat, yang kini bukan hanya menjadi jalur perlintasan atau tempat konsumsi, tetapi juga muncul indikasi adanya aktivitas produksi lokal.

Baca juga: AKBP Ahmad Faisol Amir Jabat Kapolres Padang Pariaman, Ini Perjalanan Karirnya

"Ini membuktikan bahwasanya kita bukan hanya tempat pertunjukan (peredaran), sudah ada untuk produksi. Maka dari itu, kita harus bersinergi dan terkoordinasi," tegas Mahyeldi di hadapan awak media, Rabu(4/3/2026).

Gubernur menekankan pentingnya penguatan pengawasan di tingkat paling bawah, yakni Nagari. Keluarga dan perangkat Nagari disebut sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini peredaran narkoba.

Pemprov Sumbar telah mengirimkan surat resmi ke Kementerian Dalam Negeri untuk menggerakkan unsur-unsur di tingkat Nagari secara efektif melalui regulasi yang jelas. Mahyeldi menambahkan, pengawasan harus merakyat dan didukung program Bersinar (Bersih Narkoba) dari BNN, yang bergerak dari akar rumput.

"Pengawasan harus merakyat. Inilah sebabnya kami mendorong program Bersinar agar bergerak dari grassroots," jelas Mahyeldi.

Gubernur memperingatkan, jika peredaran narkoba tidak segera diputus, target Indonesia mewujudkan Generasi Emas 2045 akan terancam.

"Jika ini tidak tersingkap, generasi emas yang kita harapkan tahun 2045 akan digilas habis. Seluruh pihak, mulai dari provinsi hingga kota, harus merasakan kegentingan ini," ujar Mahyeldi dengan nada serius.

Ia menutup pernyataannya dengan apresiasi terhadap kerja sama solid antara Polda Sumbar, BNN, LKAAM, serta instansi vertikal lainnya. Mahyeldi mengajak masyarakat aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan narkoba.

"Mari kita berkolaborasi dan bersinergi untuk membersihkan Sumatera Barat dari narkoba. Dengan kekuatan bersama, kita tekan peredaran, penggunaan, hingga produksinya," tambahnya.

Senada dengan Gubernur, Kombes Pol Wedy Mahadi menyatakan, tantangan ke depan semakin berat karena indikasi aktivitas produksi.

"Ditresnarkoba Polda Sumbar siap mengawal instruksi ini dengan memperkuat sinergi hingga ke tingkat Nagari, tidak hanya untuk memutus rantai peredaran, tapi juga memberantas titik-titik produksi narkoba demi menyelamatkan Generasi Emas 2045," tegas Kombes Wedy. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait