Korut Uji Rudal Hipersonik 1.000 Km, Kim Jong Un Tegaskan Penguatan Daya Tangkal Nuklir

Korut Uji Rudal Hipersonik 1.000 Km, Kim Jong Un Tegaskan Penguatan Daya Tangkal Nuklir © mili.id

Korea Utara (Korut) kembali meningkatkan tensi keamanan kawasan dengan menguji coba rudal hipersonik yang mampu menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer di lepas pantai timur negara tersebut, Minggu (4/1). Uji coba itu dipimpin langsung oleh pemimpin ter

Mili.id — Korea Utara (Korut) kembali meningkatkan tensi keamanan kawasan dengan menguji coba rudal hipersonik yang mampu menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer di lepas pantai timur negara tersebut, Minggu (4/1). Uji coba itu dipimpin langsung oleh pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un.

Dilansir dari detik, pada Senin melaporkan, rudal diluncurkan dari Pyongyang ke arah timur laut dan berhasil mengenai target yang telah ditentukan. Kim menyebut uji coba ini sebagai bagian dari misi strategis negara untuk memperkuat kemampuan pertahanan nuklir.

Baca juga: Insiden di Stasiun Klaten: Penumpang KA Sancaka Terjatuh Saat Upaya Turun di Kereta Berjalan

“Ini merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal,” ujar Kim.

Ia menambahkan, keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir Korut yang “tanpa penyesalan” serta memberikan kepercayaan diri penuh bagi negaranya dalam menghadapi ancaman eksternal.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan setidaknya dua rudal balistik diluncurkan dari pantai barat Korut pada Minggu pagi, masing-masing pada pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat. Kedua rudal itu mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer dan terbang sejauh 900 hingga 950 kilometer.

Pemerintah Jepang memastikan rudal-rudal tersebut jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, namun tetap menyatakan keprihatinan atas peningkatan aktivitas militer Pyongyang.

Baca juga: Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Cak Imin Minta Warga Lapor Masalah Ekonomi dan Utang ke Pemerintah

Kim Jong Un juga memerintahkan militernya untuk terus meningkatkan persenjataan, terutama sistem senjata ofensif. Menurutnya, membuat para pesaing terus menyadari kesiapsiagaan militer Korut merupakan cara efektif dalam menerapkan strategi daya tangkal perang.

Dalam pernyataannya, Kim secara tersirat menyinggung krisis geopolitik global, termasuk peristiwa internasional terbaru yang disebutnya sebagai pembenaran atas kebutuhan Korut memiliki senjata nuklir yang kuat.

“Krisis geopolitik baru-baru ini menunjukkan mengapa kemampuan nuklir sangat diperlukan,” ujar Kim.

Baca juga: Bayi Ditemukan di Tahura Pacet Dimakamkan, Polisi Masih Selidiki Dugaan Pembuangan

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Korut mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan Piagam PBB. Korut menilai tindakan tersebut memperlihatkan “sifat liar dan brutal” AS di panggung internasional.

Sejumlah media Korea Selatan menilai peluncuran rudal ini juga merupakan sinyal peringatan bagi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, agar tidak mengangkat isu nuklir Korut dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Sebelumnya, dalam parade militer Oktober lalu di Pyongyang, Korut memamerkan rudal balistik jarak pendek Hwasong-11 yang diklaim dilengkapi hulu ledak hipersonik, mempertegas ambisi negara itu dalam mengembangkan teknologi senjata mutakhir.

Editor : Redaksi



Berita Terkait