Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik
Mili.id — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Bersama insan maritim, pemangku kepentingan, operator pelabuhan, serta pengelola TUKS dan Tersus, capaian pelayanan kepelabuhanan menunjukkan tren peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala KSOP Kelas II Gresik, Capt. Herbert EP Marpaung, mengungkapkan bahwa total pelayanan sepanjang 2025 mencapai 122.136 layanan atau naik sekitar 13 persen dibandingkan tahun 2024.
“Pelayanan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari Seksi Status Hukum dan Sertifikat Kapal (SHSK) hingga Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan,” ujar Herbert, di Gresik, Jumat(2/1/2026).
Pada Seksi SHSK, layanan meliputi pengawasan kapal, ramp check, penerbitan E-Pas Kecil, hingga akta pendaftaran kapal penangkap ikan. Sementara Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (Lala) dan Usaha Kepelabuhanan mencatat peningkatan signifikan pada arus penumpang serta muatan.
Muatan yang dilayani beragam, mulai dari curah kering, curah cair, muatan umum, hingga komoditas seperti kayu log, besi pancang, dan lainnya. Sepanjang 2025, total bongkar muat dalam dan luar negeri mencapai 32.739.262 ton, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar 31.966.030 ton.
Arus Penumpang dan Kunjungan Kapal Meningkat
Tak hanya arus barang, pergerakan penumpang Pelabuhan Gresik juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah penumpang berangkat tercatat sebanyak 53.846 orang atau naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara keseluruhan, jumlah penumpang naik dan turun mencapai 105.910 orang, meningkat 9 persen dari tahun 2024,” jelas Herbert.
Sementara itu, kunjungan kapal di wilayah kerja KSOP Kelas II Gresik naik 5 persen, dari 9.347 kapal pada 2024 menjadi 9.833 kapal pada 2025.
PNBP Lampaui Target
Capaian menggembirakan juga datang dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sepanjang 2025, realisasi PNBP KSOP Kelas II Gresik mencapai 101,94 persen. Dari target Rp69,87 miliar, realisasi PNBP berhasil menembus Rp71,21 miliar.
Di sisi pelayanan publik, KSOP Kelas II Gresik terus menghadirkan berbagai inovasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di antaranya Program Selasa Kamis Ngukur, Gerai E-Pas Kecil, serta sosialisasi keselamatan pelayaran melalui pembagian life jacket kepada nelayan.
Program lain seperti Ngopi Isuk Nelayan dan KLM, kolaborasi peningkatan kompetensi tenaga kerja pelabuhan, hingga inovasi Program Ojo Lali dan Media Monitoring turut dihadirkan sebagai respons terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Optimalisasi Keamanan Pelayaran
Untuk mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran, KSOP Kelas II Gresik mengoptimalkan Maritime Command Centre (MCC). Pemantauan dilakukan secara rutin melalui aplikasi I-Motion milik Kementerian Perhubungan, CCTV, prakiraan cuaca, serta komunikasi VHF dengan terminal dan kapal setiap hari.
Menjelang momen libur panjang, KSOP Kelas II Gresik juga rutin mendirikan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta posko serupa saat libur Idul Fitri.
Target Perbaikan 2026
Memasuki tahun 2026, KSOP Kelas II Gresik menargetkan peningkatan pada sejumlah aspek strategis, mulai dari pengawasan keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, percepatan inovasi pelayanan, optimalisasi PNBP, tata kelola aset BMN, profesionalisme pegawai, hingga pembinaan masyarakat pengguna jasa pelabuhan.
“Sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan terus kami perkuat agar pelayanan kepelabuhanan semakin optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Herbert.
Sementara itu, Branch Manager Pelindo Multi Terminal Gresik, Sutopo, menyampaikan bahwa tingkat kesiapan dermaga (BOR) tercatat sebesar 65 persen dengan realisasi 50,59 persen. Adapun kesiapan lapangan (YOR) berada di angka 70 persen dengan realisasi 55,80 persen.
“Kami berkomitmen memberikan fasilitas terbaik bagi kapal penumpang maupun kapal barang di kawasan Pelabuhan Gresik,” tegas Herbert.
Editor : Redaksi
