Pemkab Mojokerto Siagakan Ambulans dan Tenaga Kesehatan Jelang Nataru

Pemkab Mojokerto Siagakan Ambulans dan Tenaga Kesehatan Jelang Nataru © mili.id

Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan jelang libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Mili.id-Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan jelang libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Seluruh armada ambulans serta tenaga kesehatan disiagakan untuk menjamin pelayanan dan respons cepat kegawatdaruratan selama periode libur panjang.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), menegaskan bahwa kesiapan ini menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan dan wisatawan.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

“Kami memastikan seluruh ambulans, baik milik puskesmas, rumah sakit, maupun PSC, berada dalam kondisi siap operasional. Tenaga kesehatan juga sudah dipersiapkan agar respons terhadap kondisi darurat bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Gus Barra.

Menurutnya, mobilitas masyarakat yang meningkat saat Nataru berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kesehatan. Oleh karena itu, Pemkab Mojokerto memperkuat koordinasi lintas sektor dengan BPBD, Kepolisian, TNI, serta Dinas Perhubungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/1177/2025 tentang kesiapsiagaan menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Kami telah membentuk Tim Penyelenggaraan Kesehatan dan melakukan koordinasi lintas sektor untuk penyelenggaraan pos pelayanan kesehatan, terutama di daerah rawan kecelakaan, jalur utama transportasi, dan lokasi wisata,” jelas Dyan.

Baca juga: Kota Mojokerto Jadi Lokasi Studi Lapangan PKN I LAN RI, Dinilai Sukses Kembangkan UMKM dan Ekonomi Daerah

Dinas Kesehatan juga memastikan setiap pos pelayanan kesehatan beroperasi 24 jam dengan sistem tiga shift. Setiap shift minimal terdiri dari satu dokter, satu perawat, dan satu pengemudi ambulans, serta dilengkapi tempat tidur, alat kesehatan, emergency kit, obat-obatan, dan ambulans kegawatdaruratan.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Dinkes Kabupaten Mojokerto melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pengemudi dan awak moda transportasi di masing-masing puskesmas, yang hasilnya tercatat dalam aplikasi SATUSEHAT.

Untuk mendukung pemantauan dan pelaporan, ditetapkan satu Pos Evaluasi dan Pelaporan Kabupaten Mojokerto yang berlokasi di Rest Area 725.A Tol Mojokerto–Surabaya.

Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data

Pos tersebut didukung tenaga kesehatan dari 27 puskesmas dan empat rumah sakit, yakni RS Dian Husada, RS Sakinah, RSUD RA Basoeni, dan RS Mutiara Hati.“Pos pelayanan kesehatan dijaga oleh tiga personel di setiap shift dan siap memberikan layanan medis bagi masyarakat selama 24 jam,” tambah Dyan.

Bupati Mojokerto juga dijadwalkan melakukan inspeksi langsung untuk memastikan kesiapan armada ambulans dan personel kesehatan berjalan optimal selama pelaksanaan siaga Nataru.

Editor : Redaksi



Berita Terkait