Perjuangan Nelayan di Sumenep Menyelamatkan Diri Usai Perahunya Rusak Diserang Hiu

Perjuangan Nelayan di Sumenep Menyelamatkan Diri Usai Perahunya Rusak Diserang Hiu © mili.id

Nelayan bernama Rifa'i bersama Tim SAR gabungan (Foto: Kantor SAR Surabaya)

Sumenep, mili.id - Nelayan asal Sumenep bernama Abdul Rifa'i (35) berhasil menyelamatkan diri usai perahunya rusak dilarang hiu.

Nelayan itu ditemukan terdampar di pesisir Pantai Dusun Pelat, Desa Tanjung, Pulau Sepanjang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dia dievakuasi Tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Jumat (24/10) sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Hadirkan The Late Shift Pikat Pecinta Kuliner

"Kami mendapat informasi dari warga Pulau Sepanjang bahwa korban terdampar di pesisir pantai," jelas Koordinator Pos SAR Sumenep, Bambang Sumantri.

Menggunakan KN SAR Permadi, Tim SAR gabungan melakukan intercept dengan perahu nelayan yang mengantarkan Rifa’i dari Pulau Sepanjang ke Pulau Sakala untuk mengonfirmasi identitas korban dan memastikan keadaan korban.

Pulau Sakala sendiri merupakan pulau di sisi paling timur perbatasan Jawa Timur.

"Pak Rifa’i bercerita bahwa perahunya diserang ikan jenis hiu dan akhirnya perahu rusak kemudian dia berenang dan mengikuti arus selama lima hari hingga terdampar di Pulau Sepanjang," beber Bambang.

Setelah dipastikan dalam keadaan aman, tim SAR gabungan menyerahkan Rifa’i kepada pihak keluarga. Rifa’i kemudian pulang menuju Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep menggunakan perahu.

Sebelumnya, pada Senin (20/10) tim Siaga Pos SAR Sumenep menerima laporan bahwa Rifa'i tak kunjung pulang setelah berangkat mencari ikan pada Minggu (19/10) dini hari.

Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Permudah Manasik Umrah Dengan Fasilitas Lengkap Nyaman

Kemudian Basarnas menerjunkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep untuk melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan serta disusul pemberangkatan KN SAR Permadi dari Tanjung Perak ke menuju lokasi pencarian.

Selama lima hari, tim SAR melakukan baik pencarian dengan KN SAR Permadi maupun menyebarkan informasi tentang hilangnya Rifa’i kepada kapal yang melintas di area perairan tersebut.

Setelah ditemukannya korban, maka unsur SAR gabungan dari Basarnas, Polairud Kalianget, KSOP Kalianget, Polsek dan Koramil Sapeken, KUPP Sapeken, Diskominfo Sapeken, serta warga dan nelayan setempat menghentikan pencarian.

Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya mengatakan bahwa Basarnas berkomitmen untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan di semua wilayah meskipun dengan jarak yang jauh.

Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis

Sementara Kantor SAR Surabaya masih menjadi satu-satunya Unit Pelaksana Teknis Basarnas di Provinsi Jawa Timur.

Kantor SAR Surabaya membagi personel di beberapa wilayah seperti Pos SAR Sumenep, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jember, Pos SAR Trenggalek, Unit Siaga Malang, dan Unit Siaga Bojonegoro.

“Kami harap ke depannya akan ada perkembangan unit pelaksana teknis di Surabaya agar dengan begitu bertambah personel dan alut supaya kami semakin siap melayani dengan cepat tanggap di seluruh wilayah," terangnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait