Kantin Sehat SMAN 1 Singosari Raih Juara 2 Nasional, Kadindik Jatim Dorong Sekolah Lain Tiru Modelnya

Kantin Sehat SMAN 1 Singosari Raih Juara 2 Nasional, Kadindik Jatim Dorong Sekolah Lain Tiru Modelnya © mili.id

Sambil menikmati soto ayam, salah satu menu unggulan, Aries berbincang santai dengan para murid tentang pentingnya menjaga pola makan sehat.

Kabupaten Malang, mili.id – Kantin sehat SMAN 1 Singosari berhasil meraih juara 2 nasional dalam Lomba Kantin Sehat kategori PJAS Aman Regional Barat tingkat SMA yang diadakan oleh BPOM. Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Saat berkunjung di sekolah tersebut, Aries menyempatkan mencicipi langsung makanan yang dijual di kantin sekolah. Bahkan ia memborong berbagai menu yang dijajakan, lalu mengajak para murid makan bersama di area kantin.

Baca juga: Jatim Tak Mau Lengah! Kemendagri Minta Ekosistem Inovasi Daerah Diperkuat

Sambil menikmati soto ayam, salah satu menu unggulan, Aries berbincang santai dengan para murid tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan memilih makanan bergizi seimbang.

"Langkah SMAN 1 Singosari ini merupakan contoh nyata kolaborasi sekolah, tenaga kesehatan, dan murid dalam membangun budaya hidup sehat. Saya berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur," ujar Aries di sela kunjungannya, Selasa (21/10/2025).

Kantin sehat SMAN 1 Singosari dikenal konsisten dalam menjaga kualitas pangan yang dijual. Setiap menu rutin diperiksa kandungan gizinya oleh pihak Puskesmas setempat. Semua makanan dipastikan bebas MSG, tidak menggunakan saus sambal kemasan, dan tidak menjual makanan olahan atau diawetkan seperti sosis dan nugget. Pengelolaan dilakukan dengan prinsip higienitas, keamanan pangan, dan gizi seimbang demi mendukung kesehatan serta konsentrasi belajar para murid.

Menurut Aries, komitmen tersebut menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan budaya hidup sehat. Sehingga dia berharap sekolah lainnya bisa belajar ke SMAN 1 Singosari bahkan bisa meniru apa yang telah dilakukan.

“Kantin sehat bukan sekadar tempat makan, tetapi bagian dari pendidikan karakter. Di sinilah murid belajar hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka konsumsi,” ujar Aries.

Baca juga: Jatim Retreat 2026! Paparan di Hadapan Gubernur Khofifah, Kadisdik Dorong SMK BLUD Perkuat Jejaring Vokasi dan Kolaborasi DUDI

Kadindik juga berujar bahwa keberadaan Kantin Sehat sangat penting diperhatikan oleh sekolah. Sebab, penyediaan makanan bergizi akan berpengaruh pada kesehatan siswa.

“Kita ingin anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, bukan sembarangan jajan. Karena itu, saya mendorong sekolah-sekolah lain untuk meniru model kantin sehat di SMAN 1 Singosari. Bahkan, sekolah ini bisa menjadi pusat belajar bagi sekolah lain agar budaya sehat semakin meluas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Singosari, Fadilah Umi Maisyaroh, mengungkapkan komitmen menjaga kualitas kantin sehat sudah menjadi budaya sekolah yang dibangun bersama seluruh warga sekolah.

Baca juga: Pelajar Jawa Timur Borong 11 Medali di FIKSI 2025, Bukti Kekuatan Inovasi dan Kewirausahaan Siswa

“Kami ingin murid-murid terbiasa mengonsumsi makanan sehat sejak dini. Karena itu, kami tidak hanya menjaga kebersihan dan kandungan gizi makanan, tetapi juga rutin berkoordinasi dengan Puskesmas untuk memastikan setiap makanan yang dijual aman dan bergizi. Kami siap berbagi praktik baik ini agar bisa diterapkan di sekolah lain,” jelasnya.

Selain menggagas Kantin Sehat, Fadilah Umi juga mengatakan pihaknya juga mengajak para siswa untuk berkebun. Mulai menanam, memanen hingga mengolahnya menjadi makanan bergizi. Program kebun yang digagas ini, lanjut Umi, sebagai sarana edukasi gizi juga pengelolaan school garden secara rutin sebagai sarana edukasi gizi.

"Kami tidak hanya konsisten dalam penyediaan menu sehat dan gizi seimbang untuk siswa kami. Tapi kami juga ajak mereka berkebun sekaligus juga secara rutin mengedukasi kebutuhan gizi yang dibutuhkan siswa melalui program Kebun Sekolah," tandasnya.

Editor : Fahrizal Tito



Berita Terkait