Ilustrasi seorang anak alami dehidrasi saat akibat cuaca panas ekstrem. (foto: ChatGPT)
Surabaya, mili.id - Suhu tinggi dan panas ekstrem dapat dengan cepat mengakibatkan anak-anak mengalami berbagai masalah kesehatan. Hal ini bisa mengarah pada dehidrasi, kelelahan akibat panas, kram panas, serta sengatan panas yang merupakan keadaan darurat medis. Selain itu, suhu tinggi juga dapat membuat orang menjadi lebih mudah tersinggung.
Dosen Spesialis Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Gina Noor Djalilah membagikan beberapa tips agar anak-anak tetap sehat dalam menghadapi cuaca panas ekstrem seperti yang terjadi saat ini.
Baca juga: Sidoarjo dan Pasuruan Membara, Suhu Panas di Jatim Diprediksi Terus Naik
Pertama, tetap terhidrasi yakni dengan cara selalu membawa botol air saat bepergian. Orang tua harus mengajak anak-anak untuk minum air secara teratur dan selalu menyediakan air siap minum bahkan sebelum mereka memintanya. Hal ini juga bisa dilakukan
“Pada hari-hari panas seperti sekarang, bayi yang diberi ASI dari botol bisa diberikan tambahan ASI, tetapi sebaiknya tidak diberi air putih, terutama dalam enam bulan pertama. Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, bisa diberikan susu formula tambahan,”jelas Gina Jumat (17/10/25).
Kedua, kenakan pakaian ringan. Gina menganjurkan agar orang tua memilihkan pakaian berwarna cerah untuk membantu anak tetap sejuk dan mengurangi risiko stres akibat panas berlebih; pakaian berwarna bisa memberikan perlindungan dari sinar matahari yang sedikit lebih baik. Usahakan pakaian yang longgar, memberikan ventilasi yang baik, dan melindungi dari paparan langsung sinar matahari.
“Pakaian dengan satu lapisan bahan penyerap dapat meningkatkan penguapan keringat, yang membantu mendinginkan (karena anak-anak berkeringat lebih sedikit dibandingkan orang dewasa). Pastikan juga untuk menggunakan banyak tabir surya,” imbuhnya.
Baca juga: Fenomena Motor Brebet di Surabaya, Ini Penjelasan dan Solusi dari Dosen Teknik Mesin
Ketiga, rencanakan waktu istirahat. Cuaca panas seringkali membuat anak-anak (dan orang tua) merasa lelah. Suhu tinggi tidak hanya mengakibatkan kelelahan, tetapi juga meningkatkan kemungkinan iritabilitas. Sering-seringlah masuk ke dalam ruangan untuk mendinginkan diri, beristirahat, dan minum air.
Keempat, segarkan diri dengan air. Jika anak merasa kepanasan, mandikan mereka dengan air dingin atau semprotkan air untuk mendinginkannya. Berenang juga merupakan cara yang bagus untuk menyejukkan diri sambil tetap aktif.
“Ingat, anak-anak harus selalu diawasi saat berenang atau bermain di air untuk mencegah risiko tenggelam,” tegas Gina.
Baca juga: UM Surabaya Kukuhkan 2 Gubes Bidang Ilmu Keperawatan Komunitas dan Bahasa Indonesia
Kelima, jangan tinggalkan anak di dalam mobil. Suhu di dalam mobil dapat meningkat dengan cepat, bahkan dengan jendela terbuka.
Di akhir keterangannya, Gina juga meminta agar orang tua waspada dengan sejumlah penyakit akibat cuaca panas ekstrem, ia meminta agar segera menghubungi dokter anak jika anak mengalami salah satu gejala berikut:
Pingsan, kelelahan ekstrem (misalnya, sangat mengantuk, sulit dibangunkan), sakit kepala, demam, rasa haus yang berlebihan, tidak buang air kecil selama berjam-jam, mual, muntah, bernapas lebih cepat atau lebih dalam dari biasanya, kulit mati rasa atau kesemutan, nyeri otot dan kejang otot.
Editor : Fahrizal Tito
