Asal-usul Kata OKE: Ungkapan Simple yang Punya Sejarah Panjang, Wajib Tahu

Asal-usul Kata OKE: Ungkapan Simple yang Punya Sejarah Panjang, Wajib Tahu © mili.id

Kata OKE. (Dok. mili.id).

Surabaya, mili.id - Banyak yang tak sadar bahwa kata OKE mempunyai sejarah panjang.

kata sederhana ini kerap dipakai hampir semua orang baik di pekerjaan, tempat nongkrong, hingga di media sosial.

Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober

Lantas, bagaimana asal-usul kata OKE?

Kata simple ini awalnya muncul hanya sebagai tren singkatan di Amerika Serikat.

Mulanya, ada banyak teori soal kemunculan OKE. Ada yang meyakini berasal dari bahasa suku Indian "Okeh", ada pula yang menyebut singkatan merek biskuit "Orrin Kendall".

Namun, penelitian ahli bahasa Allen Walker Read pada 1960-an berhasil menelusuri jejak yang lebih jelas.

Dalam studi berjudul "The First Stage in the History of "O.K"" (1963), Read menelusuri kata tersebut ternyata berawal dari tahun 1839.

Pada 23 Maret 1839, surat kabar di AS, Boston Post, menjadi yang pertama mempopulerkan kata "Ok" di dunia.

Redaktur bernama Charles Gordon Greene menulis kata "Ok" di judul berita guna mengikuti tren singkat-menyingkat kata yang gandrung di kalangan penutur bahasa Inggris di AS tahun 1830-an.

Kala itu, sudah ada singkatan seperti "RTBS" (Remains to be Seen), OMG (Oh My God), dan sebagainya.

Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK

Charles lalu mempopulerkan kata baru, yakni "Ok". Ini merupakan singkatan dari "oll korrect", ubahan dari "all correct".

Sesuai makna dan artinya, kata tersebut berupaya mengonfirmasi kebenaran atas apapun yang terjadi.

Sifat bahasa yang dinamis kemudian membuat "Ok" menjadi kata serbaguna dalam bahasa Inggris.

Apapun pertanyaan, konfirmasi, permintaan, pasti dijawab "Ok".

Belakangan, kata ini juga meresap ke berbagai bahasa lain di dunia.

Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak

Allen Walker Read menyebut alasannya karena "Ok" mudah diucapkan dan sangat singkat. Bahkan, "Ok" seakan-akan jadi simbol dalam bertutur kata.

Meskipun pada sisi lain penyingkatan kata tak bisa menunjukkan emosi penutur. Bisa saja "Ok" menunjukkan konfirmasi positif dan negatif.

Popularitas kata "Ok" juga terjadi di bahasa Indonesia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengubah "Ok" menjadi "Oke". Lalu mengartikannya sebagai "kata untuk menyatakan setuju".

Sama seperti di luar negeri, kata ini juga dipakai untuk konfirmasi persetujuan, penerimaan, kebenaran atau bentuk ungkapan tidak ada sesuatu yang salah dalam laku komunikasi orang Indonesia.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait