Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Pengasuh: Ini Takdir dari Allah!

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Pengasuh: Ini Takdir dari Allah! © mili.id

Penampakan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk. (Foto: Arsa Agung/mili.id).

Sidoarjo, mili.id - Tragedi ambruknya bangunan baru di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar.

Bangunan tiga lantai yang tengah dikerjakan itu runtuh tepat ketika salat Asar, saat jamaah berada di lantai dasar untuk beribadah.

Baca juga: Gerindra Sidoarjo Apresiasi Evaluasi Pimpinan BGN oleh Presiden Prabowo

Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, mengajak semua pihak untuk tabah.

"Saya kira memang ini takdir dari Allah. Jadi semuanya harus bisa bersabar, mudah-mudahan diberi ganti yang lebih baik serta dibalas dengan pahala," tuturnya, Senin (29/9/2025) malam.

KH Abdus Salam menjelaskan, musibah ini terjadi sesaat setelah proses pengecoran lantai tiga baru saja selesai.

"Pengecoran dimulai sejak pagi dan selesai sekitar pukul 12 siang. Jadi ini pengecoran yang terakhir saja," ungkapnya.

Baca juga: fave hotel Sidoarjo Gelar “Yoga & Bloom”, Gabungkan Yoga, Edukasi Kesehatan Wanita, dan Healthy Breakfast

KH Abdus Salam menegaskan, bangunan tersebut sebenarnya masih dalam tahap pembangunan dan belum ditempati santri. Namun, lantai dasar memang sudah difungsikan sebagai musala.

"Bangunan baru tiga lantai, rencana nanti sampai empat lantai dengan atap dak. Lantai bawah sudah dipakai untuk salat, tapi lantai atas masih kosong," jelasnya.

Mengenai dugaan penyebab ambruknya bangunan, KH Abdus Salam menyebut lemahnya penopang pengecoran sebagai faktor utama.

Baca juga: Masifkan Gerakan Ketahanan Pangan, Polisi di Kecamatan Tarik Dampingi Petani

"Sepertinya penopang cor itu tidak pas, sehingga ambruk ke bawah," bebernya.

Hingga malam ini, Tim SAR gabungan bersama pihak pondok masih berjibaku mengevakuasi korban di balik reruntuhan.

Investigasi terkait kekuatan konstruksi bangunan masih menunggu hasil resmi pihak kepolisian.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait