Tim gabungan saat melakukan evakuasi. (Foto: Arsa Agung/mili.id).
Sidoarjo, mili.id - Polisi menyebut korban dalam insiden ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo hingga kini tercatat ada sebanyak 83 santri.
Dari puluhan korban itu, satu meninggal dunia. Sementara lainnya terluka dan masih dalam perawatan.
Baca juga: Gerindra Sidoarjo Apresiasi Evaluasi Pimpinan BGN oleh Presiden Prabowo
"Data per pukul 19.00 WIB, Polda Jatim menurunkan 1 pleton Sabhara, 1 pleton Brimob, serta didukung 3 SSK dari Polresta Sidoarjo. Hingga kini, puluhan korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Ada yang di RS Siti Hajar dan RSUD Sidoarjo," sebut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast di lokasi.
Abast merinci, korban yang dirawat di RS Siti Hajar tercatat 45 orang, terdiri dari 44 korban luka berat maupun ringan, serta 1 korban meninggal dunia.
Sementara di RSUD Sidoarjo terdapat 34 korban luka-luka, dan 4 korban di RS Delta Surya juga terluka.
Hingga kini, jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan, mengingat proses evakuasi dan penyisiran reruntuhan bangunan masih berlangsung hingga malam ini.
Kepolisian bersama Tim SAR, TNI, BPBD, serta relawan terus berupaya mengevakuasi korban dan melakukan langkah pengamanan lanjutan.
Baca juga: Masifkan Gerakan Ketahanan Pangan, Polisi di Kecamatan Tarik Dampingi Petani
Dan hingga saat ini pula, penyebab ambruknya bangunan tersebut masih dalam penyelidikan.
"Sabar dulu. Nanti kalau sudah selesei evakuasi semua, akan kami sampaikan lagi updatenya," jelas Abast.
Editor : Zain Ahmad
