Muhammad Qodari, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Wikipedia).
Jakarta, mili.id - Muhammad Qodari resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (17/9/2025).
Pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96/P dan 97/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
Baca juga: Prabowo: Pemerintah Terus Berbenah, Fokus Tuntaskan Agenda Pembangunan Nasional
Kini, Qodari resmi menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anto Mukti (AM) Putranto.
Qodari lahir pada 15 Oktober 1973 di Palembang, Sumatra Selatan, dikenal sebagai seorang pengamat politik sekaligus peneliti.
Ia merupakan pendiri lembaga survei Indo Barometer.
Berikut Pendidikan Muhammad Qodari:
Dalam dunia akademik, Qodari menyelesaikan program sarjana (S1) di Universitas Indonesia dengan menekuni bidang Psikologi Sosial.
Kemudian ia melanjutkan program pascasarjana (S-2) di University of Essex, Inggris, dengan mendalami bidang political behavior.
Baca juga: Prabowo Pimpin Panen Raya TNI, Khofifah: Jawa Timur Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Kemudian pada 2016 Qodari mendapatkan gelar Doktor Ilmu Politik di Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM).
Qodari sempat nonaktif di Lembaga Survei Indo Barometer karena membawa gagasan tiga periode untuk Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tinjau Pasukan di Satlat Brimob Cikeas
Bahkan dia mengusulkan pasangan Jokowi-Prabowo 2024 (Jokpro2024). Namun, gagasan itu mendapat penolakan keras dari publik.
Editor : Zain Ahmad
