Gus Kautsar Ajak Perkuat Ekonomi Syariah agar Terhindar dari Penyakit Hati

Gus Kautsar Ajak Perkuat Ekonomi Syariah agar Terhindar dari Penyakit Hati © mili.id

Gus Kautsar dalam Tabligh Akbar Festival Syariah (Fesyar) 2025 yang digelar di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (13/9/2025).

Surabaya, mili.id – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, mengingatkan umat agar memperkuat ekonomi sebagai ikhtiar terhindar dari penyakit hati seperti iri, hasud, hingga kufur nikmat.

Pesan itu disampaikan Gus Kautsar dalam Tabligh Akbar Festival Syariah (Fesyar) 2025 yang digelar di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (13/9/2025). Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Baca juga: Lebih dari 200 Relawan Manulife Indonesia Turun ke Lapangan, Hadirkan Air Bersih dan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

“Imam al-Ghazali mengingatkan bahwa ketika seseorang lemah secara ekonomi, penyakit hati mudah masuk: iri, hasud, dan mulai mempertanyakan kebijaksanaan Allah dalam membagi rezeki,” ujar Gus Kautsar.

Ia menekankan pentingnya kerja keras sebagai benteng menghadapi godaan kemiskinan. “Rasulullah sudah memperingatkan agar berhati-hati terhadap kemiskinan. Sebab, kemiskinan bisa membuat kita lupa diri, lupa amanah, bahkan melanggar larangan Allah, apalagi di tengah tuntutan gaya hidup saat ini,” tambahnya.

Gus Kautsar juga mengajak umat untuk memperbanyak rasa syukur. “Sebanyak apa pun harta yang kita miliki, tanpa rasa syukur kita tidak akan pernah bahagia,” pesannya.

Baca juga: Valentine Day, Peringatan Hari Kasih Sayang atau Simbol Peringatan Kemaksiatan

Sementara itu, Wagub Emil Dardak menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki modal besar dalam mengembangkan ekonomi syariah. “Kita punya 97 perguruan tinggi dengan program studi ekonomi, keuangan, dan manajemen syariah. Ada juga 21 kawasan halal, 12 lembaga pemeriksa halal, hingga 347 ribu penyelia halal. Semua ini merupakan kekuatan luar biasa,” jelas Emil.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga didukung oleh 17.775 pendamping halal serta 66 lembaga pendamping produk halal. “Sumber daya manusia ini menjadi pondasi penting bagi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur dan Indonesia,” kata Emil.

Baca juga: Ikfina-Gus Dulloh Sowan ke Kediri, Ini Pesan KH Nurul Huda Djazuli dan Gus Kautsar

Emil berharap Jawa Timur tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di kancah global dalam ekonomi dan keuangan syariah.

Selain tabligh akbar, Fesyar 2025 juga dimeriahkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Maulana Mahfudz Solehudin, Juara I MTQ Nasional 2020, serta sholawat yang dipimpin KH Hafidzul Hakim Noer dari Ponpes Nurul Qodim Probolinggo bersama kelompok Hadrah Syubanul Muslimin.

Editor : Muhammad



Berita Terkait