Kampus II Uinsa di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.682, Surabaya. (ist)
Surabaya, mili.id - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan Universitas Surabaya (Ubaya) mengeluarkan kebijakan berupa pengalihan perkuliahan tatap muka menjadi daring (dalam jaringan).
Kebijan yang diharapakan untuk menjaga keamanan dan keselamatan mahasiswa selama kegiatan perkuliahan itu diambil setelah adanya kerusuhan di berbagai kota besar, termasuk Surabaya.
Baca juga: Bedah Buku di UINSA Surabaya Jadi Ruang Dialog LDII, NU, dan Muhammadiyah Soal Pendidikan Modern
Seperti halnya UINSA, kebijakan perkuliahan daring itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Rektor Nomor 2677 Tahun 2025. Kebijakan itu akan dilaksanakan mulai 1 hingga 4 September 2025.
Dalam SE tersebut, Rektor UINSA, Akh. Muzakki menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti situasi kerusuhan yang tidak terkendali, kekhawatiran orang tua, serta untuk menjamin keamanan mahasiswa.
Adapun beberapa ketentuan yang ditetapkan dalam SE tersebut antara lain, dosen diwajibkan mengajar dari kampus, proses pembelajaran akan dioptimalkan melalui layanan daring dan memanfaatkan aplikasi seperti Google Meet. Serta dosen yang tetap meminta mahasiswa datang ke kampus akan dikenakan sanksi.
"Nggih (perkuliahan daring)," ujar Aslamiyah, Plt Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UINSA saat dikonfirmasi wartawan. Minggu (31/8/2025).
Baca juga: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Tercapai Jika Pendidikan Belum Merata, Kata Gus Ipul
Senada dengan UINSA, Ubaya juga memberlakukan perkuliahan daring pada minggu pertama, yaitu 1-5 September 2025.
Manager Public Relations Ubaya, Elenita Santoso, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas situasi terkini di Surabaya.
Ia juga menambahkan bahwa Ubaya telah meminimalisir seluruh kegiatan di kampus, termasuk kegiatan kemahasiswaan yang akan dialihkan secara daring.
Baca juga: BEM Ubaya Hadirkan Mozaik Kartini dari Ribuan Sticky Notes, Gaungkan Semangat “Rise with Kartini”
"Kami mengambil tindakan ini untuk memastikan keamanan mahasiswa. Seluruh proses pembelajaran akan dilakukan dari tempat tinggal masing-masing sampai situasi kembali kondusif," ujar Elenita.
Selain itu, pihak universitas menyediakan layanan hotline untuk keadaan darurat dan mengimbau mahasiswa untuk tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta menyampaikan aspirasi dengan santun.
Editor : Redaksi
