Tenda Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat dan Uang Donasi Diambil Orang Tidak Dikenal

Tenda Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat dan Uang Donasi Diambil Orang Tidak Dikenal © mili.id

Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang digagas advokat Muhammad Sholeh atau Cak Sholeh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu, 3 September 2025 mendatang

Surabaya, mili.id - Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang digagas advokat Muhammad Sholeh atau Cak Sholeh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu, 3 September 2025 mendatang menuai kontroversi. Pasalnya, tenda yang digunakan sebagai posko dan sejumlah uang donasi yang dikumpulkan dibawa oleh puluhan orang tidak dikenal.

Sholeh saat ditemui di lokasi mengatakan, kejadian hilangnya tenda dan sejumlah uang donasi diketahui sekitar pukul 04.00 wib, selain tenda dan uang donasi yang hilang, beberapa box air mineral dan snack hasil donasi juga dibawa oleh beberapa orang tidak dikenal, Senin (25/08/2025).

Baca juga: Demo Rakyat Jawa Timur Menggugat pada 3 September Batal Digelar

"Tadi pagi sekitar pukul 04.00 wib, posko kami didatangi sekitar 50 hingga 70 orang dengan memakai helm dan cadar serta menggunakan kendaraan roda dua dan satu mobil bak terbuka langsung membongkar tenda dan merusak kaca kotak uang serta mengambil uang donasi yang diperkirakan sejumlah 5 juta rupiah. Bukan hanya itu relawan kami yang berjumlah 2 orang diintimidasi serta tidak boleh menyalakan kamera HP" Ungkap Sholeh.

Dengan adanya kejadian ini, Sholeh akan melaporkan ke Polrestabes Surabaya dan meminta polisi untuk menangkap dan mengungkap siapa dibalik peristiwa ini. "Kami akan segera melaporkan kejadian hilangnya tenda dan uang donasi ke Polrestabes Surabaya dan meminta untuk mengecek CCTV di area Taman Apsari Surabaya serta menangkap para pelaku" Ujarnya.

Baca juga: Demo Turunkan Khofifah oleh Sholeh Disebut Berpotensi Langgar Kode Etik Advokat

Perlu diketahui, tenda yang hilang tersebut digunakan untuk aksi di Grahadi pada tanggal 3 September mendatang mulai pukul 10.00 WIB “sampai menang” dengan tiga tuntutan utama:
1. Penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor roda dua dan empat.
2. Pengusutan dugaan korupsi dana hibah triliunan rupiah yang diduga melibatkan Gubernur Jatim.
3. Penghapusan segala bentuk pungli di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur.

Sebelumnya, pada 21 Agustus 2025, Cak Sholeh juga mendirikan Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat di Taman Apsari, depan Grahadi. Posko tersebut difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat, edukasi hukum, hingga penggalangan dukungan untuk aksi besar 3 September.

Menurut Cak Sholeh, gerakan ini terinspirasi dari aksi rakyat di Pati, Jawa Tengah, yang dinilai berhasil menekan pemerintah daerah. Ia menegaskan, persoalan korupsi, pungli, dan kebijakan pajak di Jawa Timur perlu mendapat perhatian serius, dan aksi rakyat adalah cara untuk menekan pemerintah agar lebih berpihak pada masyarakat.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait