Zuhrotul Mar'ah/Foto:MiLi
Mili.id - Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Zuhrotul Mar'ah menerima sejumlah warga Tembok Dukuh dan Tambak Asri, Kecamatan Moro Krembangan, Surabaya
Warga mengadu terkait anaknya yang tidak lolos PPDB untuk masuk SMP Negeri, dan belum mendaftarkan diri ke sekolah manapun.
"Karena orang tua mereka MBR,"" ujar Zuhro kepada Mili.id
Baca juga: Sekolah Rakyat Dharmasraya Ditarget Tuntas Juni 2026
Zuhrotul Mar'ah saat hadir di orientasi SMP Muhammadiyah 11 Surabaya
Atas pengaduan tersebut, ia segera menindaklanjuti dengan mendatangi RT/RW dan kelurahan setempat. Karena secara sosial ekonomi keberadaan mereka sangat memprihatinkan.
"Mereka kebetulan tidak masuk dalam daftar MBR. Jadi langsung kita tindaklanjuti menguruskan. Alhamdulillah masih ada sekolah swasta yang bisa menerima." beber Zuhro.
Makan Zuhro mengimbau, agar para RT harus segera mendata warganya yang belum daftar sekolah agar program pemerintah wajib belajar untuk anak usia sekolah benar benar terwujud.
"Para R bisa menggandeng kader Surabaya hebat untuk mendata warganya." tegas Zuhro
Terhadap hal itu, Zuhro menekankan, ke depannya Pemkot harus memetakan mana anak yang harus masuk sekolah negeri maupun yang masuk di sekolah swasta.
Tidak hanya itu, Zuhro juga berpesan agar tidak ada lagi lable atau perbedaan antara negeri dan swasta
"Jadi orang tua harus dipahamkan sekolah dimanapun secara kualitas sama-sama baik nya." harap Zuhro.
Terpenting sambung Zuhro, bagaimana anak-anak di Kota Pahlawan ini bisa sekolah. Dan tugas pemerintah mendorong atau memfasilitasi sekolah, agar mempunyai kualitas yang sama. Baik sisi sarana maupun tenaga pendidik.
"Sehingga tidak ada lagi istilah favorit negeri-swasta. Itu sudah ditiadakan! Biar tidak ada anak-anak yang gelloh, karena tidak bisa masuk di sekolah negeri." tandas Zuhro.
Baca juga: Jambret WNA Italia di Bundaran HI Viral, Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Buru Pelaku
Editor : Redaksi
