Calon jemaah umroh gagal berangkat ketika bertahan di hotel kawasan Juanda, Sidoarjo (Foto: Istimewa)
Sidoarjo, mili.id - Lebih dari 700 calon jemaah umroh dari berbagai daerah di Indonesia gagal berangkat ke Tanah Suci.
Mereka terpaksa bertahan di salah satu hotel kawasan Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Jumat (4/7/2025) malam.
Baca juga: Gerindra Sidoarjo Apresiasi Evaluasi Pimpinan BGN oleh Presiden Prabowo
Mereka gagal diberangkatkan ke Tanah Suci lantaran Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa.
Jemaah mengaku kecewa, karena sejak tiba di Sidoarjo pada 1 Juli lalu, mereka hanya diminta menunggu tanpa kejelasan.
"Saya datang jauh-jauh dari Kalimantan Timur. Uang sudah saya setor Rp32 juta, tapi sekarang kami hanya disuruh menunggu tanpa kepastian," keluh Ramlah, salah satu calon jemaah umroh.
Situasi ini juga berdampak pada agen-agen travel. Salah satunya Rika Mimik, yang menjadi agen umroh di Bondowoso yang turut mendampingi rombongan jemaah dari wilayahnya.
Ia mengaku malu dan belum siap pulang ke kampung halaman, karena merasa harus bertanggung jawab atas kondisi yang menimpa jemaah, yang sudah mendaftar di travel miliknya.
"Saya takut mendapat hujatan dari keluarga jemaah di kampung saya di Bondowoso," ungkap Rika.
Ia juga menuturkan, beberapa jemaah yang gerah dan sudah kehilangan kepercayaan memilih meminta pengembalian dana secara penuh.
"Mereka sudah tidak percaya lagi. Mereka bilang lebih baik uang dikembalikan daripada harus menunggu lebih lama," tambahnya.
Menanggapi hal ini, Purwandi, pemilik biro perjalanan umroh PT Bimantara, menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat memberangkatkan jemaah karena visa dari Arab Saudi belum terbit.
Ia menyebut, keterlambatan ini disebabkan adanya perubahan aturan baru dalam pengurusan visa umroh yang tidak terduga sebelumnya.
Baca juga: Masifkan Gerakan Ketahanan Pangan, Polisi di Kecamatan Tarik Dampingi Petani
"Kami sangat menyayangkan kondisi ini, tapi ini murni karena perubahan kebijakan visa dari pihak Arab Saudi yang tidak bisa kami prediksi sebelumnya," jelasnya.
Sebagai solusi, pihaknya menawarkan dua opsi kepada para jemaah: menjadwal ulang keberangkatan atau pengembalian dana secara penuh.
"Pengembalian dana akan kami lakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada bulan September," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
