Museum Majapahit Mojokerto Diresmikan, Simpan Ribuan Benda Bersejarah

Museum Majapahit Mojokerto Diresmikan, Simpan Ribuan Benda Bersejarah © mili.id

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Museum Majapahit (Foto : Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Mojokerto resmi menjadi Museum Majapahit.

Peresmian Museum Majapahit dilaksanakan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Selasa (10/6/2025).

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Kebudayaan didampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian dan Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya Mojokerto Kolonel Inf Batara Alex Bulo.

Menurut Fadli Zon, perubahan nama PIM menjadi Museum Majapahit ini bukan sekadar simbolik. Dirinya berharap perubahan itu bakal membawa semangat untuk mengangkat warisan budaya, utamanya Kerajaan Majapahit.

Museum Majapahit sendiri sudah menyimpan ribuan benda bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit.

"Kita tidak hanya ingin perubahan nama. Ini hanyalah semacam kick off, permulaan, bagaimana kita akan membesarkan dan merencanakan ke depan yang dimulai dari namanya,” bebernya.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Fadli Zon mengaku, perubahan nama PIM menjadi Museum Majapahit karena unsur nama sebelumnya dirasa tidak memiliki makna yang serius akan keberadaan peninggalan temuan situs bersejarah.

"Kalau pusat informasi itu tidak ada satu muatan yang serius. Tapi kalau Museum Majapahit, kita digerakkan oleh nama ini untuk merefleksikan koleksi yang di sini," imbuhnya.

Ia menyebut, Museum Majapahit memiliki 8000 koleksi benda kuno. Seperti arca, terakota, keris, artefak, logam hingga prasasti. Dimana, ribuan koleksi itu didominasi peninggalan era Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Kerajaan Majapahit pernah berdiri pada abad 13 hingga 15. Menurut Fadli Zon, pengaruh budayanya masih terasa hingga kini, terpatri dalam arsitektur, seni dan tata nilai masyarakat.

Dengan semangat itu, Fadli Zon berharap museum ini tak hanya menjadi ruang pajang benda-benda tua, tapi menjadi pusat pengetahuan yang hidup dan dinamis. Nantinya, ia berencana melakukan pelebaran dan penataan ulang area Museum Majapahit.

"Kita berharap Museum Majapahit ini menjadi cikal bakal musem yang lebih besar lagi. Mungkin kombinasi antara koleksi yang ada di dalam ruangan dan di luar. Tentu bisa aksesibel (dijangkau) ditambah dengan narasi dan literasi agar bisa lebih hidup," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait