Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada General Manager PT Sun Paper Source Aldo Setiono. (Istimewa)
Surabaya, mili.id - PT Sun Paper Source kembali menegaskan eksistensinya sebagai perusahaan manufaktur tisu terkemuka di Indonesia dengan meraih penghargaan bergengsi dari media online beritajatim.
Prestasi dengan kategori Sektor Penguat Industri - Perusahaan Manufaktur Berdaya Saing Global tahun 2025 ini, diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada General Manager PT Sun Paper Source Aldo Setiono.
Tampak hadir pula dalam momen tersebut Kepala Staf Kepresidenan RI Letjen TNI (Purn) AM Putranto, di Whiz Luxe Hotel Surabaya.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi panjang PT Sun Paper Source dalam mendorong pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur dan nasional, serta keberhasilannya menembus pasar global dengan produk-produk tisu berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.
Dengan strategi inovatif dan standar produksi yang bermutu tinggi, PT Sun Paper Source yang merupakan perusahaan terbesar kedua di Asia Tenggara di sektor industri tisu menunjukkan komitmennya dalam menciptakan nilai tambah, bagi perekonomian daerah maupun nasional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang nyata. Kami percaya bahwa daya saing global hanya bisa dicapai dengan kualitas, efisiensi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar General Manager PT Sun Paper Source Aldo Setiono.
Aldo menambahkan, PT Sun Paper Source yang dikenal luas melalui merek tisu andalannya, Montiss, Pulpies dan Favour di industri pasar nasional, tahun ini juga merambah pada _new business_ yakni _premium baby_ diapers melalui brand “Baby Favour” yang baru saja soft launching.
Sementara untuk industri pasar global, Aldo menambahkan, pihaknya akan semakin memperluas dan memperkuat strategi pemasaran global serta berpartisipasi aktif dalam pameran dagang internasional.
Ia mengatakan, melalui pendekatan berkelanjutan, perusahaan berhasil mengintegrasikan teknologi terkini dalam proses produksinya serta menjaga efisiensi dan kualitas pada setiap tahap produksi.
“Kami percaya bahwa kekuatan manufaktur Indonesia bisa berdiri sejajar dengan pemain global. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan juga bagi masyarakat sehingga dapat terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Dengan pencapaian ini, Aldo juga berharap, PT Sun Paper Source semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri tisu nasional dan internasional. Serta menegaskan peran strategis PT Sun Paper Source dalam mendukung penguatan industri manufaktur di Indonesia.
Dimana diketahui, distribusi penjualan PT Sun Paper Source telah tersebar di 5 benua dan lebih dari 80 negara di dunia. Salah satunya yakni ke negara USA.
Menanggapi ancaman diberlakukannya rencana penerapan tarif resiprokal sebesar 32% oleh pemerintah Amerika Serikat, Aldo juga berharap kepada pemerintah Indonesia untuk menemukan titik temu negosiasi yang dapat memberikan kebaikan bersama.
"Harapan kami tentunya tarif bea masuk ke Amerika Serikat yang jauh lebih ringan untuk HS _(Harmonized System)_ kertas tisu, dan yang mampu bersaing dengan negara-negara lain seperti Turki, Brazil yang mendapatkan tarif resiprokal 10%. Negara-negara ASEAN seperti Singapore mendapat tarif resiprokal dari USA hanya 10%, Malaysia mendapat tarif resiprokal 24%," jelas Aldo.
Aldo menambahkan, nantinya, jika tarif tersebut diberlakukan dikhawatirkan akan berdampak pada daya saing manufaktur Indonesia yang melemah dari negara lain, yang dikenakan tarif impor nya jauh lebih rendah, serta yang freight cost nya juga jauh lebih murah.
"Kami membutuhkan adanya dukungan pemerintah Indonesia dalam menciptakan kerja sama dagang global, dapat pemberikan pemanfaatan potensi penjualan barang produksi lokal Indonesia ke mancanegara secara maksimal," katanya.
Dikesempatan tersebut, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah preventif dengan membatasi masuknya produk impor ke pasar Indonesia, dalam hal ini juga di sektor industri manufaktur kertas tisu.
"Karena total kapasitas manufaktur kertas tisu yang ada di Indonesia sebetulnya sudah sangat mencukupi kebutuhan permintaan dalam negeri dengan harga yang terjangkau, yang mana kapasitas manufaktur dalam negeri saat ini pun sudah _over supply_," jelasnya.
Tak hanya itu, Aldo menjelaskan, wacana dibukanya keran impor secara bebas merupakan ancaman bagi pelaku industri dalam negeri. Ia menambahkan, diprediksi akan dapat menyebabkan _over supply_ dan mematikan industri dalam negeri, contohnya barang import dari China.
Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Emil Dardak menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan yang telah menunjukkan ketangguhan dan transformasi dalam menghadapi dinamika industri.
Emil juga memuji kiprah panjang portal berita Beritajatim.com di era jurnalisme digital. Beliau menambahkan, hampir dua dekade di tengah perubahan lanskap media merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
“Media massa itu sekarang bersatu ekosistem dengan media sosial. Jadi peran ini saling bergandengan, bukan saling menggantikan tapi saling melengkapi," pungkasnya.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Editor : Achmad S
