Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto segera melakukan upaya darurat untuk memperbaiki jembatan putus di Dusun Sumberkembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
Rencananya pembangunan jembatan darurat akan dilakukan dengan menggunakan alokasi anggaran dari BTT Bencana (Belanja tidak terduga), sembari menunggu perbaikan permanen.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan, hasil tinjauan di lokasi bersamaan rapat kordinasi bersama Bupati Mojokerto dan stakeholder terkait untuk segera melakukan pembangunan jembatan darurat tersebut.
Saat ini, ia dan tim masih melakukan persiapan administrasi untuk pembangunan jembatan darurat di Desa Wonodadi yang putus akibat diterjang luapan aliran sungai saat hujan intensitas tinggi di Kabupaten Mojokerto.
"Progresnya, sudah selesai gambar dan hitungan RAB (Rancangan anggaran biaya)," ujar Rinaldi, Selasa (18/3/2025).
Rinaldi mengaku, perencanaan pembangunan jembatan darurat akan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Hasil dari perencanaan termasuk RAB itu, nantinya akan dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
"Setelah itu kita koordinasikan ke BPBD untuk teknis pengusulan BTT tersebut," bebernya.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya menambahkan, pihaknya masih melakukan persiapan untuk pembangunan jembatan darurat itu.
Sebab jembatan desa itu adalah akses masyarakat dan jalan penghubung antara Dusun Wonokerto menuju Dusun Sumberkembar di Kecamatan Kuterejo.
"Sekarang masih proses persiapan untuk jembatan darurat," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya akan melakukan kajian detail di lapangan. Lantaran, kondisi pondasi jembatan telah rusak total.
Pondasi itu diperlukan untuk memasang besi penyangga konstruksi jembatan darurat. "Masih perlu di review, mungkin lebih kompleks di sini karena sudah tidak ada pondasi," bebernya.
Rencananya, lanjut Henri, pembangunan jembatan darurat akan menggunakan pondasi bronjong. Sementara terkait estimasi RAB, ia belum dapat menyampaikan.
"Rencananya pondasi bronjong. Untuk (RAB) belum fix harus kita kombinasi dengan sumber daya yang ada," pungkas Henri.
Editor : Aris S
