Diskusi penanganan bencana dan dampaknya (Foto: Ist)
Situbondo, mili.id - Tim Transisi pasangan bupati dan wakil bupati Situbondo terpilih Rio-Ulfi menggelar diskusi penanganan bencana.
Tim transisi Rio-Ulfi menekankan pentingnya koordinasi dan mitigasi yang efektif dalam menangani bencana alam.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
Diskusi ini membahas tentang bagaimana mitigasi penanggulangan bencana dan penanganan dampak bencana dapat dilakukan lebih baik.
Beberapa elemen dari pemerintahan dan masyarakat sipil menyampaikan informasi tentang penanganan bencana yang telah dilakukan. Namun masih terdapat kekurangan dalam penanganannya, terutama dalam hal koordinasi dan penyaluran bantuan.
Salah satu tim transisi, Tolak Atin menekankan pentingnya membentuk satuan tugas yang terkoordinir dengan baik untuk menangani bencana alam.
Satuan tugas ini harus memiliki tugas dan tanggungjawab yang jelas, serta harus dapat menyalurkan bantuan dengan efektif.
"Diskusi juga membahas tentang pentingnya menjadikan lingkungan sebagai program prioritas dalam penanganan bencana alam. Mitigasi yang dilakukan terhadap lingkungan harus dapat berdampak positif dalam mengurangi resiko bencana alam," papar Tolak Atin, Selasa (11/2/2025).
Disimpulkan bahwa penanganan bencana menekankan pentingnya koordinasi hingga mitigasi yang efektif.
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi
"Alhamdulillah, dalam diskusi ini banyak informasi yang disampaikan, terutama bagaimana mitigasi, baik penanggulangan bencana maupun penanganan dampak bencana," tambahnya.
Sementara Bupati Situbondo terpilih, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) memastikan akan memetakan potensi banjir di seluruh wilayah, agar bisa melakukan mitigasi.
"Setelah dilantik, saya akan memanggil dinas-dinas terkait untuk melihat peta potensi banjir, memahami masalahnya secara obyektif, dan membuat kebijakan terbaik," terang Mas Rio.
Mas Rio juga mengapresiasi pelaksanaan diskusi tersebut dan menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam penanganan bencana.
Baca juga: Tak Sekadar Selamat: Pentingnya Pemulihan Tubuh Pasca Bencana
"Dengan diskusi ini, semua informasi terbuka dan diberikan hak bersuara," ujarnya.
Mas Rio berkomitmen untuk membuka ruang diskusi yang lebih luas bagi masyarakat Situbondo.
"Pendopo Pemkab nantinya bebas digunakan oleh siapapun untuk kegiatan literasi," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
