Rapat koordinasi Pemkab Jember dengan Pabrik Semen PT Imasco. (Atta Hatta/Mili.id).
Jember, mili.id - Sejumlah perwakilan dari Pemkab Jember mendatangi Pabrik Semen PT Imasco Kecamatan Puger, Jember, untuk meminta keterangan tentang pengelolaan tambang kapur, dan kebijakan perusahaan menghentikan produksi karena terbentuk kesepakatan beban muatan kendaraan operasional..
Sehingga dengan kedatangan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember Harry Agustriono, Kepala Satpol PP Pemkab Jember Bambang Saputro, dan Kabid Jalan dan Drainase DPU BMSDA Jember Ketang ke pabrik tersebut diharapkan dapat mendapat penjelasan tentang komitmen dari perusahaan semen tersebut.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Kami beraudiensi dengan PT Imasco untuk menyampaikan permintaan data ke depan yang jadi salah satu (kebijakan) pemerintah daerah untuk pemanfaatan kerja sama yang selama ini sudah berlangsung," kata Harry saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (31/1/2025).
Kata Harry, pihak PT Imasco berkomitmen untuk memperkuat kebijakan dengan menyesuaikan beberapa regulasi pemerintah yang lebih tinggi.
Sedangkan tentang komitmen dengan PT Imasco yang pernah dibahas di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (13/1/2025) lalu yakni soal respons protes warga terhadap berlalulalangnya truk dengan muatan berlebih yang berasal dan menuju pabrik tersebut.
Di mana di salah satu kesepakatan itu, adanya larangan terhadap truk yang mengangkut muatan lebih dari 15 ton melewati jalan di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, masih dijalankan perusahaan dengan baik.
"Namun dari kesepakatan itu derdampak dengan perusahaan kesulitan untuk beroperasi, sehingga menyebabkan sebagian pekerja di perusahaan tidak beraktifitas, sejak 15 Januari 2025 kemarin," lanjutnya.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Maka menurut Harry diharapkan ada solusi terhadap persoalan itu. Sebab disampaikan oleh Imasco bahwa mereka menaati kesepakatan dengan risiko mereka berhenti berproduksi.
Karena ada barang-barang pelengkap semen yakni silika dari Tuban, dan batu bara dari arah Pelabuhan Probolinggo tidak bisa masuk.
"Memang tidak mudah, tapi kita bersama-sama mencari solusi. Tentunya menjadi pembelajaran untuk kita semua. Imasco akan transparan soal apa yang mereka lakukan di sini, sehingga Pemkab Jember bisa membuat kebijakan pemanfaatan tambang agar lebih baik untuk masyarakat, pemda, dan investor," imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Humas PT Imasco Fendy membenarkan pabriknya saat ini tidak berproduksi dan menutup aktifitasnya.
"Kami sudah tidak lagi melakukan aktivitas pengolahan semen sejak 15 Januari lalu, bahkan kami menutup aktivitas produksi sejak 27 Januari," kata Fendy.
"Kalau ada semen yang keluar itu hanya sisa produksi semen yang ada. Dan pola pengirimannya hanya dekat-dekat saja, kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso dan sekitarnya," imbuhnya.
Editor : Aris S
