Gus Lukman terpilih menjadi Kabid Admed di PP IKA UNESA. (Dok. IKA Unesa/istimewa).
Surabaya, mili.id - Lukman Sugiharto Wijaya atau Gus Lukman terpilih menjadi Ketua Bidang Advokasi dan Mediasi (Kabid Admed) di Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Surabaya (PP IKA Unesa) periode 2025-2030.
Terpilihnya pria kelahiran Mojokerto itu setelah ditunjuk Ketua Umum IKA Unesa, Bambang Dwi Hartono atau Bambang DH.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
"Bismillah, mohon doanya agar lancar dan sukses untuk program-program PP IKA Unesa yang utamanya di bidang advokasi dan mediasi," kata Gus Lukman di Surabaya, Kamis (30/1/2025).
"Dan pada praktiknya, Pak Bambang DH melantik kita (pengurus). Jadi tdak ada prosesi Ketua Umum IKA Unesa dilantik," tambahnya.
Gus Lukman menegaskan telah mempunyai planing program kerja yaitu memberikan penyuluhan dan advokasi kepada alumni Unesa di seluruh pelosok Nusantara.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
"Nantinya kami akan bekerjasama dan berkolaborasi dengan institusi pemerintah maupun swasta demi membela penegakan keadilan untuk semua," tegasnya.
Sementara Bambang DH, Ketua Umum IKA Unesa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan, dirinya ingin menjalin kolaborasi yang lebih kuat antara alumni dengan institusi Unesa dalam menyiapkan SDM yang unggul.
"Alhamdulillah, bisa dipercaya untuk memimpin IKA Unesa. Ini tidak lepas dari peran besar Pak Rektor yang sangat support, supaya ke depan antara institusi dan alumninya bisa saling berkolaborasi," tuturnya.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Dalam acara pelantikan PP IKA Unesa Periode 2025-2030, ini juga digelar talkshow bertemakan "The Next Indonesia" yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Dr Abdul Mu'ti, Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan, Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Didik Prasetiyono, dan akademisi sekaligus pengamat politik, Dr Adi Prayitno, serta seluruh alumni Unesa dari lintas generasi dan ragam fakultas.
Dalam talkshow, isu geopolitik global, inflasi, dan disrupsi rantai pasok menjadi sorotan utama. Para pembicara sepakat bahwa inovasi dan adaptasi adalah kunci bagi Indonesia untuk tetap kompetitif di tengah tekanan global.
Editor : Aris S
