Saksi Kunci Dugaan Pengeroyokan Gangster di Surabaya Belum Bisa Digali Keterangan

Saksi Kunci Dugaan Pengeroyokan Gangster di Surabaya Belum Bisa Digali Keterangan © mili.id

Teman-teman Dito dan Fahmi dimintai keterangan polisi.

Surabaya, mili.id - Penyebab tewasnya M Dito Alviansyah (19), di Jalan Sukomanunggal Jaya, Sukomanunggal, Surabaya, masih menjadi misteri, dan pihak keluarga menduga bila korban tewas akibat dianiaya gangster.

Sementara saksi kunci, Fahmi (21), yang saat itu berboncengan denga Dito, saat ini masih belum bisa dimintai keterangan karena baru-baru ini menjalani operasi.

Baca juga: Anas Karno Dorong Gen Z Bangun Ekonomi Kreatif Kampung

"Fahmi masih belum bisa merespons dan terkesan agak kesakitan karena habis operasi kepala," kata Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Ipda Eko Yudha kepada mili.id, Selasa (28/1/2025).

Keterangan Fahmi menurutnya sangat penting untuk mengungkap, dia adalah saksi kunci. Sebab, peristiwa yang terjadi seberang minimarket persimpangan Jalan Sukomanunggal itu tidak terekam CCTV

Ditambah, delapan rekan mereka kabur ke berbagai arah untuk menyelamatkan diri karena kepanikan, atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/1/2025) dini hari tersebut.

"Semua saksi juga tidak ada yang melihat secara langsung. Kami masih mengumpulkan bukti CCTV, sembari minta keterangan karyawan Alfamidi dan driver ojol juga," jelasnya.

Sambil menunggu Fahmi benar-benar pulih, pihaknya terus mencari keberadaan para terduga pelaku. Salah satunya, dengan mengandalkan kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) yang tersebar di setiap persimpangan jalan.

Baca juga: Ketua LPMK Kalijudan Tuding Eri Cahyadi Ingkar Janji, Polemik Tarif SWK Kian Memanas

"Dari pihak lantas (polisi lalulintas) masih menelusuri di tiap-tiap persimpangan lampu merah yang terekam kamera ETLE, siapa tahu ada yang terekam. Kalau ETLE sistemnya lebih canggih karena kameranya lebih fokus," pungkasnya.

Sebelumnya, Dua pemuda Surabaya menjadi korban keberingasan diduga anggota gangster, hingga salah satunya meregang nyawa di Jalan Sukomanunggal Jaya, Sukomanunggal, Surabaya, pada Sabtu (25/1/2025) dini hari.

Korban meninggal dunia di lokasi ialah Dito Alviansyah (19), warga Manukan Dono, Tandes dan rekannya, Fahmi (21), warga Manukan Wetan menderita luka parah dan kini masih dirawat di RSUD dr. Soetomo.

Paman Dito, Dwi Yanuardi (45) mengatakan, saat kejadian korban sedang perjalan pulang takziah dari rumah temannya yang orangtuanya meninggal dunia.

Baca juga: Ibu Hamil 7 Bulan di Surabaya Diadili dalam Kasus Peredaran 18,4 Gram Sabu

Korban saat itu berboncengan menggunakan motor Honda Beat dengan Fahmi. Selain bersama Fahmi, korban juga bersama delapan temannya lain, masing-masing berboncengan mengendarai empat motor.

Sebelum di lokasi kejadian, teman korban melihat di depannya ada dua motor masing-masing berboncengan tiga orang. Sesampainya di perempatan Sukomanunggal, pelaku mengurangi kecepatan laju kendaraan, dan tiba-tiba menghadang korban bersama rekannya.

"Pelaku naik dua motor orang enam masing-masing bonceng tiga, tiba-tiba pelaku pelan-pelan dan mengadang di perempatan. Anak-anak kaget, terus pelaku mengeluarkan senjata ruyung," pungkasnya, Senin (27/1/2025).

Editor : Aris S



Berita Terkait