Kondisi makam amblas ke sungai akibat tergerus banjir. (Atta Hatta/Mili.id)
Jember, mili.id - Dua makam di lokasi permakaman Dusun Gudang Karang, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Jember ambles akibat tergerus banjir di aliran Sungai Dinoyo wilayah setempat. Akibatnya kerangka di makam tersebut terbawa arus.
"Yang ambles itu di situ ada dua makam, itu yang di luar parafet (dinding pembatas antara makam dan sungai) mas, yang awalnya kan tidak ada parafet," kata Sekretaris Destana Desa Rambipuji Bayu Aryanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (21/1/2025).
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
"Sekarang itu ada parafet, terus ada dua makam yang ada di situ kena gerusan air dalam tiga hari ini, akibat hujan sama banjir itu. Akhirnya mengakibatkan itu longsor," sambungnya.
Terkait pembatas antara permakaman dengan sungai, Bayu menjelaskan sekitar tahun 2023 lalu pernah dilakukan perbaikan.
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi
"Sebelumnya sama teman-teman sudah dipatok pakai sak tapi tidak mampu. Akhirnya kena gerusan air lagi, dan longsor itu. Dari kejadian ini, kami masih lakukan pembenahan. Takutnya parafet lainnya terdampak longsor juga," jelasnya.
Dari kejadian amblasnya dua makam itu, lanjutnya, tulang belulang di dalamnya terbawa arus sungai.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Itu ada satu makam, terus isinya terbawa arus sungai. Kalau isinya itu tinggal tulang-tulangnya saja, kita kumpulkan lagi kita makamkan lagi. Kalau kainnya masih ada, tadi kita pakai bambu ampel itu, untuk kembali dimakamkan secara layak," jelasnya.
Masih menurut Bayu jika lokasi pemakaman itu, digunakan oleh dua dusun untuk warga dari Dusun Gudang Karang dan Gudang Rejo, di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji.
Editor : Aris S
