Evakuasi ibu yang baru melahirkan saat melawati sungai. (Ferry Navaro for mili.id)
Banyuwangi, mili.id - Elis Watin (25), seorang ibu harus dievakuasi ke puskesmas lantaran ari-ari masih berada didalam perut usai melahirkan di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Evakuasi berlangsung dramatis, lantaran harus melewati jalan yang terjal serta menerjang derasnya aliran Sungai Sukamade.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan
Ibu yang habis melahirkan itu awalnya dibawa dengan menggunakan truk kemudian ditandu menggunakan papan kayu ketika melintasi Sungai Sukamade menggunakan getek atau perahu.
"Tadi jam 07.00 WIB bayi berjenis kelamin laki-laki dilahirkan oleh bumil tersebut di rumah pasien dengan didampingi Bidan Dian dan Pak Edi selaku mantri dari perkebunan," ujar Kepala Dusun Sukamade, Verry Nafaro, Sabtu (11/1/2025).
"Karena kondisinya darurat maka kami menggunakan truk engkel untuk mengangkut pasien dari rumahnya ke pinggir sungai Sukamade. Saat melintasi sungai menggunakan getek kami pakai papan yang dipanggul bersama-sama," sambungnya.
Proses melintasi getek itu kata Verry harus dilakukan dengan hati-hati. Pelan-pelan warga menarik getek melintasi tengah sungai Sukamade.
Beruntung debit air sungai tak sebegitu tinggi sehingga waktu yang dibutuhkan tak sebegitu panjang.
Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru
"Setelah melintasi sungai kemudian pasien dibawa kendaraan jip milik warga menuju ke Puskesmas Sumberagung. Sekitar pukul 09.30 WIB kita sampai ke lokasi," jelasnya.
Sejatinya pasien hamil itu sudah diminta untuk segera menuju rumah bersalin mengingat mendekati hari persalinan. Namun, lanjut Verry, pasien itu masih belum bersedia dan menanti hari kelahiran yang diprediksi jatuh pada tanggal 13 Januari 2025.
Akan tetapi belum sampai datang hari dimana pasien itu melahirkan warganya tersebut sudah mengalami kontraksi. Dan melahirkan di rumahnya sendiri.
Baca juga: Pengakuan Pria di Banyuwangi Klaim Anak Kandung Denada, Ungkap Hidup Serba Kekurangan
"Sebenarnya sudah kami ingatkan untuk segera pindah ke rumah bersalin akan tetapi warga tersebut masih belum bersedia. Meski begitu tetap kita lakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan bidan dan mantri disini," ujarnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Sumberagung, dr Yulius Roni Satrio mengatakan bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat dengan bobot 4 kilogram dan panjang 50 cm. Ari-ari yang sempat menempel sudah berhasil ditangani tim medis.
"Bayi dalam keadaan sehat dan ari-ari yang menempel sudah ditangani tim medis. Namun karena kondisinya masih lemah dan butuh perawatan intensif maka kami rujuk bayi dan ibunya ke RSUD Genteng," pungkasnya.
Editor : Achmad S
