Patung Dayun di Banyuwangi Kembali Berdiri Usai Tertabrak Minibus

Patung Dayun di Banyuwangi Kembali Berdiri Usai Tertabrak Minibus © mili.id

Patung Dayun yang kembali ke tempat semula setelah ditubruk minibus asal Silo, Kabupaten Jember. (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi, mili.id - Patung Dayun, satu dari dua ikon patung kebanggaan warga Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi, diposisikan kembali berdiri tempatnya. Patung ini sempat terlepas dari pijakan beton setelah ditubruk minibus asal Kecamatan Silo, Jember, Minggu (29/12).

Patung Dayun berbentuk setengah bungkuk itu kembali ke asalnya, kembali menemani Minak Jinggo duetnya yang tetap kokoh selepas tubrukan itu.

Baca juga: Bus STJ Jakarta–Surabaya Terguling di Tol Jombang, 10 Penumpang Luka-Luka

Kepala Desa Cluring Sunarto Eka Siswoyo mengatakan, reposisi Patung Dayun memakan waktu tiga hari. Tak mudah, pihaknya harus menggunakan derek mengingat beratnya patung.

"Karena tak ingin ambil risiko dan berat patung yang lumayan sehingga menggunakan bantuan alat derek," katanya, Jumat (03/01/2024).

Beruntung Cluring memiliki kultur tenggang rasa yang kuat. Barisan pemuda, warga serta pemerintah desa bahu-membahu menaikkan kembali Patung Dayun.

Rasa memiliki itu yang kemudian mempercepat proses reposisi Patung Dayun ke asalnya. Selain ikon, patung ini mempunyai manfaat sebagai penunjuk jalan.

Sebelum ada dua ikon tersebut, banyak kendaraan besar bablas ke jalan desa. Sehingga patung itu selain tampilannya menarik dan jadi ikon juga berfungsi sebagai pembatas jalan.

"Sebelum patung ini berdiri banyak kendaraan besar seperti bus dan trailer itu masuk ke jalan desa atau dusun. Selain itu juga sebagian ikon yang desa kami yang dikenal oleh khalayak luas," ungkap Sunarto.

Sunarto menambahkan biaya pembenahan ini akan dianggarkan dari dana desa. Untuk tenaga kerja murni dikerjakan secara swadaya pemuda dan masyarakat setempat.

Baca juga: Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Sooko Mojokerto

"Sepenuhnya akan kami anggarkan dari APBDes tahun 2025," kata dia.

Setelah direposisi dan bentuknya masih utuh, proses pengerjaan akhir difokuskan memoles pingitan beton yang hancur. Benturan itu mengakibatkan beton pinggir porak-poranda.

Pijakan dua patung itu bakal kembali ke bentuk asal. Proses poles ini yang sedikit terhambat diakibatkan hujan yang masih mengguyur.

Warga yang melintas mengaku senang melihat Patung Dayun berdiri kembali. Terasa pas saat melintas melihat dua patung itu sejajar kembali.

Baca juga: Misteri Tabrakan Maut di Bekasi Mulai Terkuak, KNKT Bongkar Isi ‘Black Box’ Taksi Green SM

"Kemarin kayak ada yang kurang saat patung itu ambruk. Sekarang alhmdulillah sudah berdiri kembali," kata pengguna jalan asal Purwoharjo, Denita Eka.

Patung Dayun sempat ambruk setelah ditubruk Minibus Toyota Avanza yang mengalami laka tunggal. Mobil nahas itu dikemudikan IGA (57), asal Silo, Kabupaten Jember.

Korban meninggal dunia di dalam ruang kemudi mobil nopol DK 1245 FAI yang dikemudikannya.

"Korban merupakan warga asal Kecamatan Silo, Jember mengendarai minibus Toyota Avanza nopol DK 1245 XXX," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Heru Slamet Hariyanto.

Editor : Aris S



Berita Terkait