Direktur DSI YPTA Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D (kanan) - (Foto: Dok. Supangat for mili.id)
Surabaya, mili.id - Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus (YPTA) Surabaya meraih gelar doktor di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Direktur DSI YPTA Surabaya itu adalah Supangat, M.Kom., Ph.D. Gelar doktor ia raih setelah berhasil meneliti gaya belajar Felder Silverman (FSLSM).
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke Perempat Final Malaysia Masters 2026 Usai Duel Sengit 1 Jam 6 Menit
Di era digital, teknologi menjadi bagian integral dalam pendidikan, terutama dalam pembelajaran daring. Platform e-learning yang mengadopsi teknologi lebih personal, adaptif, dan interaktif, kini berkembang pesat.
Namun, efektivitasnya tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada penyesuaian konten dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing mahasiswa.
Hal itu sejalan dengan penelitian yang dilakukan Supangat, yang berhasil menyelesaikan penelitian berfokus pada peningkatan model gaya belajar FSLSM untuk mengoptimalkan preferensi belajar mahasiswa.
Dengan peneletian yang dikerjakan atas bimbingan Supervisor, Dr. Mohd Zainuri Bin Saringat, Supangat berhasil meraih gelar Doktor (PhD) di UTHM pada 7 Desember 2024 lalu.
Dengan mengembangkan model FSLSM yang ditingkatkan, Supangat berhasil mengidentifikasi cara untuk menyesuaikan pembelajaran daring dengan gaya belajar individu melalui platform e-learning Elitag Untag Surabaya.
Model ini juga memasukkan dimensi sosial dan personalitas yang sebelumnya tidak ada dalam model FSLSM klasik, yang hanya mempertimbangkan dimensi pemrosesan, persepsi, penerimaan, dan pemahaman.
Baca juga: Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Belum Salip Vietnam dan Thailand
Direktur DSI YPTA Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D
"Meskipun model FSLSM telah lama digunakan untuk memahami gaya belajar mahasiswa, model ini memiliki kekurangan dalam mempertimbangkan faktor sosial dan personalitas yang sangat penting dalam pengembangan keterampilan kolaboratif dan pengalaman pembelajaran yang lebih holistic," terang Supangat, Selasa (24/12/2024).
Melalui pendekatan ini, Supangat menambahkan dimensi interaksi sosial dan personalitas untuk menciptakan pembelajaran daring yang lebih interaktif dan kolaboratif.
Penelitian ini melibatkan data dari 400 mahasiswa sarjana di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Puji Disertasi Kapolda Jabar Rudi Setiawan Tentang Polisi di Wilayah Konflik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model FSLSM yang dipertingkatkan berhasil meningkatkan rata-rata nilai ujian mahasiswa sebesar 3,5%, dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Peningkatan ini menunjukkan pentingnya penyesuaian pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan gaya belajar individu untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam.
Melalui penelitiannya, Supangat berharap dapat menginspirasi pengembangan metode pembelajaran yang lebih relevan dan adaptif di masa depan, serta memberikan kontribusi pada kemajuan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.
"Keberhasilan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang lebih disesuaikan dengan gaya belajar mahasiswa dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan platform e-learning yang lebih adaptif dan efektif, terutama di dunia pendidikan tinggi," tandas Supangat.
Editor : Narendra Bakrie
