Kondisi PKL yang berjualan di pinggir jalan seberang Alun-Alun Jember Nusantara.(Hatta/mili.id)
Jember, mili.id - Pasca soft launching Alun-Alun Jember Nusantara, ternyata muncul keresahan PKL dengan relokasi tempat dagang.
Sebab, mereka kini ditempatkan di sepanjang Jalan Kartini, Depan Masjid Jami', maupun di sepanjang depan Kantor Pemkab Jember, dan para PKL diimbau untuk tidak berjualan di dalam wilayah Alun-Alun Jember Nusantara.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Tapi ya gitu, selamanya seperti ini. Kita berjualan tidak rapi karena masih berantakan lokasinya. Ya semoga lah pak bupati ada solusi, sehingga bisa jualan dan nyaman," sambungnya.
Terkait lokasi berjualan bagi PKL maupun UMKM, kata Bupati Jember Hendy Siswanto, pemkab setempat sudah memiliki perencanaan atau blue print 3D.
Bagaimana nantinya Alun-Alun Jember Nusantara nantinya akan terintegrasi dengan Gedung Nusantara di samping Lapas kelas 2A Jember dan rencana pembangunan bangunan tiga lantai di Jalan Citarum.
Nantinya untuk menghubungkan ketiga lokasi itu, akan dikoneksikan dengan sky bridge (jembatan layang). Terkait perencanaan tersebut, kata Bupati Hendy, diharapkan dapat dilanjutkan di tahun 2025 mendatang dan diteruskan oleh Pemerintahan Kabupaten Jember baru.
"Ada informasi masuk ke kami bahwa nasib PKL nanti bagaimana, karena tidak bisa lagi berjualan di Alun-alun. Hal itu saya sudah dengar," ujar Hendy saat dikonfirmasi terpisah.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Konsep ke depan itu, Hendy menjelaskan, sudah ada perencanaan yang terprogram dan ini tergantung pemerintah (Kabupaten Jember) ke depan.
"Tapi perencanaan ini jelas komprehensif juga betul-betul terintegrasi dengan yang yang lain. Tidak boleh mengurangi, apalagi jika berbicara soal usaha terlebih untuk PKL maupun UMKM itu sebelas dua belas, sama," jelasnya.
Dipaparkan oleh Hendy ada bangunan tiga lantai, dan ada jembatan melayang sky bridge (jembatan layang) menghubungkan Gedung Nusantara yang nanti isinya banyak UMKM masuk di situ, bergabung dengan alun-alun Jember Nusantara, kemudian juga menghubungkan dengan gedung untuk para PKL yang lokasinya ada di atas Jalan Citarum.
Terkait konsep pembangunan yang nantinya diperuntukkan bagi PKL di Jalan Citarum, dan UMKM di Gedung Nusantara, lebih lanjut kata Hendy, memiliki tampilan modern menyerupai busur panah.
"Nantinya akan jadi satu terintegrasi sistem, wajah alun-alun. Di sana ada pelayanan wisata, PKL, lokasi ekonomi kreatif, dan UMKM di dalamnya. Nah memaknai UMKM itu, tidak hanya kuliner saja. Tapi juga batik, maupun industri skala mikro yang masuk dan berbagai macam jenisnya di Gedung Nusantara," ucapnya.
Editor : Aris S
