Jenazah korban saat dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong. (Conk/mili.id)
Sidoarjo - Solakhudin, pelaku yang tega membunuh ayah kandungnya Badun Soleh sudah beberapa tahun mengalami depresi dan tinggal satu rumah bersama korban.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 2, Suyoto. Menurut Suyoto, sebelum ditemukan meninggal, terdengar keributan dari rumah yang ditinggali oleh korban dan anaknya.
"Sudah 10 tahun (diduga depresi), tapi tidak tiap hari begitu. Kadang lima bulan tidak ada apa-apa, ini kira-kira satu minggu kambuh," kata Suyoto, Senin (16/12/2024).
Ia menambahkan, sebelumnya pelaku tidak melakukan hal kekerasan jika depresinya kambuh dan juga sempat berjualan di pinggir jalan.
"Depresi yang tidak bisa dianalisa, kadang kalau kambuh dua atau tiga hari sembuh dan tidak pernah melakukan kekerasan kalau dikasih obat normal kembali," ungkapnya.
Saat ini terduga pelaku sudah diamankan dan dibawa ke rumah sakit jiwa Lawang, Kabupaten Malang. Sedangkan jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo.
Editor : Achmad S
