15 Desember 79 Tahun Lalu Penjajah Berhasil Diusir dari Ambarawa

15 Desember 79 Tahun Lalu Penjajah Berhasil Diusir dari Ambarawa © mili.id

Jenderal Sudirman memimpin TKR dalam Pertempuran Ambarawa (istimewa)

Mili.id - Tepat pada 15 Desember 1945 atau 79 tahun yang lalu, pasukan penjajah Inggris dan NICA (Nederland Indische Civil Administration) berhasil diusir dari Ambarawa oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang menjadi cikal bakal TNI-AD.

Peristiwa ini disebut sebagai Pertempuran Ambarawa atau Palagam Ambarawa. Tokoh dalam pertempuran tersebut diantaranya adalah Jenderal Sudirman, Letkol Gatot Subroto hingga Letkol Sarbini Martodihardjo.

Baca juga: Jejak “Universitas Kuno” Nusantara: Sriwijaya Disebut Pusat Pendidikan Dunia Jauh Sebelum Oxford Berdiri

Kronologi Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November sampai 15 Desember 1945. Pertempuran ini terjadi atas niat para sekutu yang ingin menaklukkan Jawa Tengah dengan menggunakan wilayah Ambarawa sebagai batu pijakan.

Hal tersebut disebabkan Ambarawa memiliki letak yang strategis di antara Yogyakarta dan Surakarta. Pada awalnya sekutu Inggris datang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah tawanan Belanda di Magelang dan Ambarawa.

Namun ternyata mereka diboncengi NICA yang mempersenjatai mantan tahanan. peristiwa ini dimulai dengan insiden di Magelang sesudah mendaratnya Brigade Artileri dari Divisi India ke-23 di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945.

Pihak Indonesia memperkenankan mereka mengurus tawanan perang yang berada di penjara Ambarawa dan Magelang. Namun, kedatangan tentara Inggris tersebut diboncengi oleh NICA.

Pada tanggal 26 Oktober 1945 maka terjadilah insiden Magelang yang berkembang menjadi pertempuran TKR dan tentara sekutu. Insiden berhenti setelah kedatangan Presiden Soekarno dan Brigadir Jenderal Bethell di Magelang pada 2 November 1945.

Mereka mengadakan perundingan gencatan senjata dan sepakat dengan membuat 12 pasal yang diantaranya sebagai berikut:

Baca juga: Museum Nasional Rayakan HUT ke-248 Lewat Pameran Lampu dan Numismatik

1. Pihak sekutu tetap menempatkan pasukannya di Magelang untuk melakukan kewajibannya melindungi dan mengurus evakuasi Allied Prisoners War and Internees (APWI).

2. Jalan raya Magelang dan Ambarawa terbuka bagi lalu lintas Indonesia dan Sekutu.

3. Sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA dalam badan-badan yang berada di bawahnya.

Namun ternyata, kesepakatan yang berisi 12 pasal sebelumnya telah diingkari oleh pasukan sekutu. Sehingga pada tanggal 20 November 1945, di Ambarawa terjadi pertempuran antara pasukan TKR dipimpin oleh Mayor Sumarto melawan tentara sekutu.

Baca juga: Wisata Sejarah Kota Tua Ramai Diserbu Saat Lebaran

Pada 21 November 1945, pasukan Sekutu yang berada di Magelang ditarik ke Ambarawa. Namun keesokan harinya pada 22 November 1945, pertempuran meletus dalam kota dan terjadi pengeboman pada kampung-kampung di Ambarawa.

Pasukan sekutu Inggris kemudian terusir dari Banyubiru pada 5 Desember 1945 yang menjadi garis pertahanan terdepan. Pada tanggal 12 Desember 1945 dini hari, pasukan TKR bergerak menuju target sasaran masing-masing yang telah ditentukan.

Pasukan TKR berhasil mengepung musuh di dalam kota dan diketahui pertahanan musuh terkuat berada di Benteng Willem. Kota Ambarawa dikepung selama empat hari empat malam dan musuh yang merasa terjepit berusaha keras melakukan pertempuran.

Hingga pada 15 Desember 1945 musuh meninggalkan kota Ambarawa dan mundur ke Semarang. Pasukan TKR memperoleh kemenangan dalam pertempuran tersebut, dan mengantarkan Sudirman menjadi pimpinan TKR dengan pangkat Jenderal.

Editor : Aris S



Berita Terkait