Kronologi Penemuan Mayat Keluarga Guru Korban Pembunuhan di Kediri

Kronologi Penemuan Mayat Keluarga Guru Korban Pembunuhan di Kediri © mili.id

Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto berada di TKP pembunuhan keluarga guru (Foto: Ist)

Kediri - Tiga orang keluarga guru di Kediri tewas menjadi korban pembunuhan.

Keluarga guru korban pembunuhan itu adalah pasangan suami istri bernama Agus Komarudin (38) dan Kristina (34) serta anak laki-lakinya berinisial CAW (9).

Baca juga: Kemenhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji Baru untuk 2027

Ketiganya ditemukan tewas dalam rumahnya di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri pada Kamis (5/11/2024) pagi.

Sementara satu anak korban berinisial SP (8), ditemukan dalam kondisi terluka dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Cerita bermula pada Kamis (5/12/2024) sekitar pukul 08.30 WIB, guru perwakilan dari SD mendatangi rumah korban.

Kedatangan guru itu untuk menemui korban Agus Komarudin, yang hari itu tidak terlihat ke sekolah untuk mengajar, dan ponselnya tidak bisa dihubungi.

Padahal dalam izinnya ke kepala sekolah, dia hanya menyampaikan izin tidak mengajar pada Rabu (4/12/2024).

Saat tiba di sana, ketiga guru itu mengetok pintu rumah korban. Namun korban tidak menjawab dan tidak ada satu pun penghuni yang keluar.

Akhirnya salah satu keluarga korban berinisial Sp membuka jendela kamar korban dan melihat bekas darah di kasus. Sp pun tidak berani masuk.

Baca juga: Polres Kediri Kota Ringkus Pelaku Spesialis Pecah Kaca Mobil, Beraksi di 13 TKP Lintas Daerah

Sedangkan saksi lain melihat dari lubang dinding kayu di bagian dapur, ada tangan tergeletak.

Dari temuan itu, Sp melapor ke perangkat Desa Pandantoyo, hingga diteruskan ke Polsek Ngancar.

Mendapat laporan, sejumlah anggota Polsek Ngancar mendatangi TKP. Setelah mendapati adanya tiga mayat dan satu anak terluka, mereka mendatangkan Tim Inafis Polres Kediri.

Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto menyebut bahwa olah TKP dan identifikasi telah dilakukan. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi juga sudah dikumpulkan.

Baca juga: Budidaya Uwi Ungu Polres Kediri Terus Berkembang Dukung Ketahanan Pangan Lokal

"Ini merupakan kejadian 365 (pencurian dengan kekerasan) yang menyebabkan korban meninggal," jelas Bimo ketika dikonfirmasi mili.id, Jumat (6/12/2024).

Motif perampokan di balik pembunuhan keluarga guru itu menguat lantaran didapat keterangan bahwa mobil milik keluarga ini tidak pada tempatnya. Barang-barang berharga yang lain juga dilaporkan hilang.

Menurut Bimo, tim gabungan diterjunkan untuk mengurai kasus ini agar segera terungkap, dan pelakunya segera tertangkap.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait