Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan) meresmikan motor listrik inovasi ITS yang bernama EV-A di perhelatan SINOX-01. its for mili.id
Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) menampilkan 120 stand pada pameran Startup and Innovation Expo (SINOX) - 01 di Surabaya. Rabu
(20/11/2024).
Pameran yang mengangkat tema Hilirisasi Teknologi Energi Terbarukan dan Kesehatan Menuju Kemandirian Ekonomi Bangsa itu dipandegani Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS dan Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) Unair.
Baca juga: Four Points by Sheraton Surabaya Gelar Trading Card Show Pertama di Surabaya
Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati dalam sambutannya menyampaikan bahwa perhelatan pameran ini merupakan sesuatu yang istimewa karena memerkan kemampuan perguruan tinggi dalam menghasilkan berbagai produk inovasi yang bermutu.
“Akan tetapi, apabila kita hanya menghasilkan produk inovasinya saja, maka produk tersebut akan berhenti di pameran, jurnal, ataupun publikasi lainnya,” tuturnya.
Oleh karena itu, Bambang menekankan pentingnya keberlangsungan triple helix, yaitu pihak industri, perguruan tinggi, dan pemerintah yang sejalan.
“Sebab perguruan tinggi sendiri saja akan kesulitan dalam memproduksi massal hasil inovasinya secara mandiri,” ujar Pria kelahiran Yogyakarta itu.
Lebih lanjut, menurut Bambang, pihak industri dan perguruan tinggi harus saling bergandengan tangan demi keberlanjutan produk-produk inovasi yang telah dibuat oleh para peneliti.
Baca juga: Suroboyo 10K 2026 Dibanjiri Ribuan Pelari, Hotel dan Kuliner Surabaya Ikut Terdongkrak
"Tujuannya agar inovasi-inovasi tersebut dapat dihilirisasi, diproduksi, hingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan, kolaborasi ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi perguruan tinggi demi mengurangi ketergantungannya terhadap uang kuliah tunggal (UKT)," bebernya.
Bambang menambahkan, pemerintah juga perlu terlibat dalam mendukung kolaborasi ini sehingga suksesnya nanti akan membantu negara dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor teknologi.
“Kita telah memberikan kailnya kepada sivitas akademika, kini peran industri dan pemerintah adalah membuka kolam pancingnya agar kail tersebut dapat bermanfaat,” ucap guru besar Departemen Teknik Mesin
ITS ini.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Unair Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto juga berpandangan bahwa kolaborasi merupakan hal yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia.
Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta
“Kalau kita ingin menuju kemandirian ekonomi bangsa melalui produk inovasi dari perguruan tinggi dan mitranya, tentu caranya adalah dengan berkolaborasi,” tuturnya.
Bentuk kolaborasi yang dimaksud tersebut tidak hanya antara perguruan tinggi dengan industri, tetapi juga antar perguruan tinggi.
“Yang kita harapkan adalah produk-produk inovasi ini mampu terhilirisasi dengan baik dan betul-betul mendukung tercapainya kemandirian ekonomi bangsa,” harapnya.
Editor : Aris S
