Kondisi anjing-anjing di rumah penampungan Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi - Kondisi 63 ekor anjing diduga untuk konsumsi yang berada di rumah penampungan Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi terus membaik.
Anjing-anjing yang sebelumnya diikat dalam karung, kini dipindahkan ke kandang besi yang bersih. Mulutnya juga tak lagi diikat.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan
"So far better dari sebelumnya kita lakukan penggerebekan pertama. Sudah kita pindahkan ke kandang," jelas Ketua Animal Hopes Shelter Indonesia, Christian Joshua Pale, Selasa (19/11/2024).
Menurut Christian, masih ada beberapa anjing yang butuh perhatian lebih. Dikarenakan adanya gangguan pencernaan diakibatkan buruknya asupan makanan sebelum masuk ke Banyuwangi.
"Makanya kita kasih makanan yang layak dan akhirnya lahap semua," beber dia.
Soal kapan anjing-anjing ini akan dipindahkan ke Bogor, Christian masih menunggu izin dari pihak kepolisian. Untuk itu pihaknya masih menggunakan teras maupun sebagian ruangan milik S.
Meskipun lega S kini telah berstatus tersangka, Christian mengaku masih belum puas. Ia menyesalkan mengapa pengepul besar di Bali dan Sragen tidak ikut diseret ke ruang penyidikan.
"Yang saya kejar ini pengepul dari Bali dan Sragen. Kan itu mereka sudah jalanin usaha ini bertahun-tahun. Bapaknya ini (tersangka) pada tanggal 3 November sudah membawa ratusan anjing ke Sragen itu dari Bali," terangnya.
Christian turut menyayangkan truk beserta sopir tidak ikut ditetapkan tersangka.
Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru
Ini yang kemudian memantik kekecewaan Christian dan relawan lain. Dirinya bakal menggelar konferensi pers hari ini, Rabu (20/11/2024).
"Kami mendatangi Polresta dan melakukan konpers. Mengapa ini sopir bisa lepas? Karena dia (sopir) ini kunci membuka jalan ke pengepul besar. Karena anjing-anjing yang dibawanya akan dikirim ke Solo Raya untuk dipotong di sana," papar dia.
Christian menanggapi adanya isu bahwa anjing-anjing itu bukan berasal dari Bali, melainkan didapatkan dari Banyuwangi saja.
Ia memiliki data lengkap saat truk keluar masuk Bali untuk mengambil anjing-anjing itu dari penampungan. Ditambah ciri-ciri anjing asal Bali diungkap detail olehnya.
"Kan semua itu ada data-datanya. Bisa dikroscek dan disandingkan dengan data yang kita miliki. Tudingan itu sangat tidak berdasar. Tudingan Itu muncul karena merasa resah dengan perjuangan kami," ujarnya.
Baca juga: Pengakuan Pria di Banyuwangi Klaim Anak Kandung Denada, Ungkap Hidup Serba Kekurangan
"Itu ada anjing kintamani dan tribal yang sudah aku tunjukkan tadi. Anjing-anjing asal Bali itu terkenal ramah dengan manusia. Selain itu saya juga membuntuti truk itu saat masuk ke Bali melalui Gilimanuk lalu ke Karangasem kemudian kembali lagi ke Banyuwangi. Itu datanya saya punya semua," sambungnya.
Sebelumya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menyebut bahwa pemilik gudang berinisial S telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang mengatur soal peternakan dan kesehatan hewan.
"S yang merupakan pemilik rumah tempat ditemukannya anjing-anjing tersebut dihadapkan pada pasal yang mengatur setiap orang yang mengeluarkan dan/atau memasukkan hewan, produk hewan, atau media pembawa penyakit hewan lainnya ke dalam wilayah bebas dari wilayah tertular atau terduga tertular," jelas Rama.
Editor : Narendra Bakrie
