Ira Maria, ibu dari siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya. (Zain Ahmad/mili.id).
Surabaya - Orangtua EV, siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya yang diduga menjadi korban keributan di depan sekolah tersebut, oleh orangtua EX yakni Ivan Sugianto, mengaku telah dibohongi oleh Ivan.
Permintaan klarifikasi hingga maaf kepada Ivan yang saat itu disaksikan beberapa orang dari mediator dan hingga disebut dari kepolisian, malah ending faktanya diputarbalikkan oleh Ivan.
"Jadi, waktu itu, saya tengah malam disuruh Ivan ke tempatnya untuk damai. Saya takut, saya menolak beberapa kali. Tapi akhirnya, demi masalah ini selesai saya dan suami saya akhirnya datang ke tempatnya Ivan karena katanya kalau saya gak datang, Ivan yang bakal ke tempat saya," terang Ira Maria, Ibunda EV, didampinya Wandharto, suaminya di rumahnya, Selasa (12/11/2024).
Saat tiba di tempat Ivan, Ira menjelaskan, di sana telah ada mediator hingga sejumlah orang yang kata Ivan dari pihak kepolisian.
"Kemudian suami saya disuruh minta maaf dan klarifikasi agar semuanya selesei dan tidak ada masalah. Kami di video, kemudian Ivan menulis surat perjanjian dan tanpa ada copynya dan kami hanya ada fotonya saja," jelasnya.
"Isi dalam surat perjanjian itu intinya kami minta maaf atas hal yang kurang menyenangkan pada anaknya dan Ivan juga meminta maaf. Lalu, perjanjian ini tidak didasari kompensasi apapun," tambah Ira.
Saat permintaan maaf hingga klarifikasi itu, Ira dan suaminya juga di video oleh pihak Ivan. Katanya, video itu untuk konsumsi pribadi dan tidak akan dipublikasikan ataupun untuk konsumsi publik.
"Tapi kenyataannya pada saat itu video kami beredar. Mulai saat itu, Ivan mengklarifikasi hal-hal yang tidak benar, tidak sesuai kenyataan dan memutar balikkan fakta dan seolah-olah dia yang jadi korban," papar Ira menangis.
Selain itu, Ira juga keberatan atas perjanjian yang sebelumnya yang mengatakan bahwa seseorang bernama N datang untuk melerai perkelahian, namun faktanya tidak ada perkelahian.
Seolah olah Ethan dan anak Gloria yang mengadakan perkelahian, itu tidak ada. Ethen tidak pernah sama sekali mengajak perkelahian.
"Dan sekali lagi, anak saya tidak pernah membully dengan kata-kata anjing pudel secara langsung. Saya bicara sesuai fakta dan apa adanya," tandasnya.
Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, YBM PLN UP3 Surabaya Selatan Dorong Kesadaran Hidup Sehat Masyarakat
Editor : Achmad S
