Petugas SAR gabungan evakuasi jasad 2 bocah yang dilaporkan hilang. (Istimewa)
Surabaya - Dua bocah asal Desa Poter, Tanah Merah, Bangkalan, Madura, W (6) dan M (6) yang dilaporkan hilang pada Minggu (3/11/2024) kemarin ditemukan tewas, Senin (4/11/2024).
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Muhamad Hariyadi mengatakan, pada Minggu kemarin, petugas gabungan telah berupaya melakukan pencarian. Namun, usaha itu masih belum berbuah hasil.
Baca juga: Kisah Haru PMI Asal Bangkalan, Pulang dalam Peti Setelah 37 Tahun Merantau di Malaysia
"Sebelum korban ditemukan, Tim SAR gabungan telah mengerahkan satu SRU (Search and Rescue Unit) air untuk melakukan pencarian dengan metode susur sungai," ujarnya.
Metode itu digunakan karena sungai itu terbilang dangkal, selain itu karena di sungai banyak terdapat sampah, batang pohon dan batang bambu. Hal ini tentu dapat menghambat tim SAR jika menggunakan perahu karet dalam pencarian.
Baca juga: Latihan Pushbike Jadi Pilihan Anak Bangkalan Isi Libur Sekolah, Kurangi Ketergantungan Gadget
"Pada saat yang bersamaan, satu SRU darat bergerak melakukan pemantauan darat di beberapa lokasi yang ada di sepanjang aliran sungai, juga menyebarkan informasi kejadian hilangnya kedua korban kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai," ungkapnya.
Melalui penyebarluasan informasi tersebut, mereka berharap kepada warga yang melihat keberadaan kedua korban, agar melaporkannya kepada petugas untuk segera ditindaklanjuti.
"Hari ini kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di lokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi ke darat, selanjutnya kedua jenazah korban dibawa ke rumah duka," pungkasnya.
Dalam pencarian hingga evakuasi korban, sejumlah pihak yang ikut bekerjasama diantaranya tim operasi Pos SAR Sumenep, BPBD kabupaten Bangkalan, TAGANA, Polsek dan Koramil Tanah Merah, PMI, warga sekitar dan potensi SAR lainnya.
Editor : Achmad S
