THP Kenjeran Akan Buka Malam Hari, Ghoni Dorong Adanya Wisata Edukasi Anak

THP Kenjeran Akan Buka Malam Hari, Ghoni Dorong Adanya Wisata Edukasi Anak © mili.id

Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am/Foto dok pribadi

Mili.id - Upaya pengintegrasian dan pengembangan kawasan wisata di pantai timur Surabaya, dengan membuka Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran pada malam hari di apresiasi Politisi PDI Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am 

“Ini bagus, karena dalam rangka peningkatan perekonomian dan kearifan lokal juga. Dan saat ini kan masih on progress semua,” ujar Ghoni, kepada wartawan, Jumat (11/3).

Baca juga: 3.000 Lebih Wisatawan Nikmati Libur Panjang di THP Kenjeran

Terintegrasinya kawasan wisata seperti Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak (SIB) dinilai semakin menghidupkan perekonomian warga sekitar. Namun ia menggarisbawahi, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang.

Di samping itu, Anggota Komisi C ini mendorong adanya wisata edukasi anak yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan. “Saat berkunjung ke sana kemarin saya dorong agar ada wahana edukasi, misalkan yang menceritakan tentang sejarah di sana seperti apa, jadi ada transfer knowledge untuk peningkatan SDM anak atau pengunjung,” katanya.

Baca juga: Petugas Selamatkan Penyu Hijau Tersesat di Kenjeran Surabaya

Ia juga menekankan agar kawasan wisata pesisir ini ramah disabilitas dan lansia, sehingga bisa dikunjungi oleh semua warga. Tak kalah penting juga terkait kebersihan, serta adanya toilet pengunjung yang saat ini masih sangat terbatas.

“Kemudian teman-teman pengamen itu juga harus dikoordinir untuk bisa masuk ke sana, sehingga tidak ada lagi yang di pinggir jalan mengganggu aktivitas pengguna jalan. Mereka bisa lebih tertata dengan baik,” ujar Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya ini.

Baca juga: Dewan Berharap Pedagang di Taman Hiburan Pantai Kenjeran Surabaya Lebih Tertib

Ghoni juga menyarankan agar dibuatkan kolam renang yang tidak bercampur dengan laut secara langsung agar anak-anak lebih aman. “Siapa tau di sana nanti dibuat cottage dan sebagainya, jadi kan para pedagang juga bisa berjualan. Tetapi yang terpenting mereka harus mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait