Ketika Calon Bupati Jember 'Berebut' Nama Presiden Prabowo

Ketika Calon Bupati Jember 'Berebut' Nama Presiden Prabowo © mili.id

Paslon 01 Hendy-Gus Firjaun dalam debat perdana Pilkada Jember 2024 (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Hendy Siswanto menanggapi Gus Fawait yang kerap menyebut nama Presiden Prabowo Subianto dalam setiap programnya.

Nama Presiden Prabowo beberapa kali diucapkan Gus Fawait dalam debat perdana calon bupati (cabup) Jember yang digelar KPU setempat pada Sabtu (26/10/2024) malam.

Baca juga: Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Dicopot

Gus Fawait yang merupakan cabup nomor urut 02 itu beberapa kali menyebut nama Presiden Prabowo dalam setiap tanggapan maupun menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya.

Nama Presiden Prabowo disebut sebagai bentuk linier pemerintah pusat dengan daerah. Terlebih terkait program-program yang nantinya akan dilaksanakan, jika terpilih sebagai bupati Jember.

Gus Fawait juga kembali menyebut nama Presiden Prabowo saat konferensi pers usai debat perdana Pilkada Jember 2024.

"Kita melakukan pembangunan yang sangat agresif dengan menggandeng kabupaten di sebelah dan pemerintah provinsi serta pusat. Prabowo Presiden, Khofifah gubernur, Gus Fawait Pak Djoko, bupati dan wakil bupati. Saya pikir tidak ada yang tidak bisa terselesaikan ketika presidennya adalah Prabowo, bupatinya Gus Fawait," ungkap Gus Fawait.

Menanggapi itu, Cabup Nomor Urut 01 Hendy Siswanto menilai penyebutan nama Presiden Prabowo tidak perlu terlalu berlebihan.

Menurut Hendy, Presiden Prabowo bukan milik beberapa golongan, tetapi kepala negara seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Sebar 1.098 Sapi Premium ke Seluruh Indonesia, Istana Kucurkan Rp100 Miliar dari APBN

"Memang dalam debat, paslon sebelah (02) sering sekali menyebut nama Pak Prabowo. Padahal Pak Prabowo itu juga Presiden saya juga, dan seluruh rakyat Indonesia," jelas Hendy, Minggu (27/10/2024).

Nantinya, bila dirinya ditakdirkan kembali menjabat sebagai bupati Jember periode kedua, program di daerah akan linier dengan program pemerintah pusat.

"Program makan gratis itu bagus, karena kebutuhan dasar dan pasti ada perbaikan gizi. Tetapi inti dari program tersebut adalah bagaimana mendorong ketahanan pangan di tingkat keluarga," ujar Hendy.

Terkait program kesehatan gratis, lanjutnya, menjadi perhatian dari pihaknya saat menjabat sebagai bupati Jember. Karena program kesehatan gratis bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

"Kami (untuk program) kesehatan sampai sekarang ini J-Pasti Keren terus terlayani di semuanya. Ada kesan yang kemarin tentang pelayanannya kurang, itu plus minus lah. More and less itu oke lah, seperti itu," papar dia.

"Tapi yang jelas, pelayanan dasar untuk masyarakat Jember tentang kesehatan masih clear sampai sekarang. Serta itu masih bisa dilayani dengan baik," tambah Hendy.

Sebagai calon petahana, Hendy berharap bisa melanjutkan programnya di periode kedua.

"Makanya kenapa kami nyalon lagi dengan Gus Firjaun. Ini ibarat kita Salat Magrib kurang satu rakaat. Kan belum lima tahun, saya kan baru kerja tiga tahun setengah. Itupun dipotong Covid setahun setengah. Pertumbuhannya tujuh persen. Izin kami teruskan lagi biar lengkap," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait