KH Imaduddin Ditolak Ceramah di Banyuwangi, Panitia: Tak Perlu Direspons

KH Imaduddin Ditolak Ceramah di Banyuwangi, Panitia: Tak Perlu Direspons © mili.id

Salah satu baliho penolakan KH Imanuddin di pertigaan Jalan Dusun Canga'an, Desa/Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Rencana ceramah KH Imaduddin Utsman Al-Bantani di Hari Santri 2024 RTH Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi ditolak berbagai kalangan.

Ketua Panitia Pengarah (SC) Hari Santri 2024 RTH Maron, Kecamatan Genteng, Mahfud Samsul Hadi menanggapi santai penolakan tersebut.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan

Menurutnya, penolakan itu dilakukan oleh segelintir orang, sehingga tidak perlu direspons.

"Yang protes itu hanya segelintir orang yang jauh bila dibandingkan dengan jumlah yang mendukung Kiai Imad (KH Imaduddin). Bahwa mereka mengatasnamakan itu pemuda atau dari kalangan pesantren kan biasa klaim seperti itu," ujar Samsul, Senin (21/10/2024).

Samsul menyebut, apabila protes itu ditanggapi justru pihaknya merasa seperti masuk dalam jebakan yang sengaja dibuat. Ia tidak ingin terpancing dan tetap melanjutkan acara dengan kehadiran KH Imaduddin.

Pihaknya sudah mempersiapkan keamanan berlapis. Katanya, 700 orang diambilkan dari pihak internal panitia.

"Di luar pengaman eksternal (polisi), kita sudah siapkan pengamanan berlapis, mulai tingkatan VIP, ring 1, ring 2, ring 3 hingga ring 4. Semua ada 700 personel dari internal panitia," terang Samsul.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak keamanan bahkan hingga H-2 pelaksanaan. Termasuk telah mengantongi izin dari Polresta Banyuwangi.

Namun, masih kata Samsul, pada H-1 pelaksanaan pihaknya diminta hadir oleh Polresta Banyuwangi.

"Ini kita diminta rakor kembali. Mungkin ada pertimbangan lain, yang jelas izin sudah kita kantongi," jelas dia.

Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru

Panitia juga membuka lebar pintu bagi pihak yang tidak menyetujui kedatangan KH Imaduddin.

"Kami membuka lebar bagi pihak yang tidak suka. Kami tidak bisa membatasi warga untuk menggelar aksi demo. Tapi kalau sudah menggangu kegiatan kami maka akan kita hadapi," ungkap Samsul yang juga Kepala Satkorkab Laskar Sabililah Blambangan itu.

Ditanya ihwal mendatangkan KH Imaduddin, Samsul menyatakan itu bagian dari bentuk meluruskan pihak yang mengaku keturunan Nabi Muhammad. Sehingga muncul pihak-pihak yang mengkultuskan keturunan nabi.

Tesis yang dilakukan KH Imaduddin menyoal pembatalan nasab habaib sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW dinilai Samsul sejalan dengan niatan panitia meluruskan pihak-pihak yang sengaja membelokkan sejarah.

"Kebetulan tesis beliau (KH Imaduddin) dan tokoh-tokoh ulama Nusantara lain sejalan dengan niatan kami meluruskan pihak-pihak yang mengkultuskan keturunan nabi," terangnya

Baca juga: Pengakuan Pria di Banyuwangi Klaim Anak Kandung Denada, Ungkap Hidup Serba Kekurangan

Sementara Ketua Pemuda Canga'an, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Muhammad Andrian Habibi menyatakan, aksi penolakan itu bukan bagian dari membatalkan acara. Melainkan mengawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihaknya menyebut, ceramah yang dilakukan KH Imaduddin berisikan materi provokasi dan terkesan memecah belah umat.

"Sebenarnya kita melakukan aksi ini semata-mata bukan karena memusuhi kyai Imad (KH Imaduddin) tapi kita mencoba untuk meminimalisir dampak yang diakibatkan apabila dia berceramah di hari Santri. Karena kita ketahui ceramah yang disampaikan kyai Imad banyak yang materinya bersifat provikatif," ujarnya.

Sepanjang tetap berada pada isian ceramah non provokatif, Ahmad menyebut, pihaknya tetap memberikan ruang lebar kepada siapapun termasuk KH Imaduddin berceramah di wilayah Genteng. Beda cerita jika KH Imaduddin tetap memberikan materi ceramah yang sifatnya provokatif.

"Ditambah lagi jika ceramahnya menyinggung soal nasab dan berbau provokatif ini yang akan kita dampingi terus," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait