Jasad pria asal Jakarta yang lompat dari lantai 21 bar and lounge Hotel Morazen. (Istimewa)
Surabaya - Kasus bunuh diri yang dilakukan H, pria 55 tahun asal Tamansari, Jakarta di Hotel Morazen Surabaya, hingga kini masih dalam perbincangan.
Dari berbagai fakta yang sudah terungkap, kini adalagi fakta lain yang muncul dari bunuh diri tersebut.
Baca juga: Tragedi di Lereng Dukono: Letusan Gunung di Halmahera Tewaskan Dua WNA dan Satu Pendaki Lokal
Fakta Terbaru Bunuh Diri di Hotel Morazen Surabaya dari keterangan pihak kepolisian:
1. Kasur
Saat terjadinya bunuh diri, jenazah korban tersangkut di atap lobi hotel usai loncat dari lantai 21.
Sebelum loncat itu, pihak hotel menyediakan kasur untuk tempat mendarat korban.
Kasur tersebut terpakai sebagai tempat mendarat korban, namun karena ketinggian dari lantai 21 korban tidak terselamatkan.
2. Keluarga Korban ke Surabaya Urus Jenazah
Polisi sebelumnya belum bisa menghubungi pihak kelurga korban untuk memberitahu kejadian tersebut.
Baca juga: 16 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tiba di RS Bhayangkara Palembang
Namun, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, keluarga korban akhirnya dapat dihubungi dan datang ke Surabaya.
Jenazah korban yang saat itu telah dievakuasi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo Surabaya, kemudian langsung diurus.
3. Korban Tak Mempunyai Pasangan
Dalam penyelidikan polisi, korban ternyata berstatus single alias tak mempunyai pasangan.
Namun, kepastian apakah korban ini bujang atau duda, hingga kini masih didalami.
Baca juga: Pria Muda Tewas Jatuh dari Lantai 20 Hotel di Surabaya, Polisi Dalami Penyebab
4. Korban Tamu Hotel atau Pengunjung Bar
Dalam keterangan sejumlah saksi yang diterima polisi, sebelum tewas bunuh diri, korban sempat memesan minum di bar and lounge hotel.
Namun, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan soal korban di hotel tersebut sebagai tamu hotel ataukah saat itu hanya minum di bar.
*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor : Aris S
