ilustrasi tukang pos ( istockphoto.com)
Mili.id - Dunia memperingati Hari Surat Menyurat Internasional sebagai bentuk apresiasi terhadap peran surat dalam sejarah komunikasi manusia setiap tanggal 9 Oktober.
Hari ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya layanan pos dan keberlanjutannya, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat.
Baca juga: Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos, Verifikasi Bansos Kini Hanya 15 Menit
Surat menyurat telah memainkan peran penting dalam menyatukan orang-orang di seluruh dunia, memungkinkan komunikasi lintas negara dan budaya jauh sebelum adanya internet.
Layanan pos tidak hanya menyampaikan surat pribadi, tetapi juga dokumen penting, paket, hingga kebutuhan sehari-hari, yang menjadikannya tulang punggung sistem komunikasi dan distribusi.
Namun, di era digital ini, peran surat menyurat mengalami tantangan besar.
Baca juga: Ratusan Peserta Antusias Ikuti Build with AI Surabaya 2026 yang Digelar GDG
Pesatnya penggunaan email, pesan instan, dan platform media sosial telah mengurangi frekuensi pengiriman surat fisik.
Meskipun begitu, surat menyurat tetap memiliki tempat istimewa, terutama dalam hal keintiman dan kehangatan yang sulit disamai oleh komunikasi digital.
Menulis surat fisik dianggap lebih personal, dan sering kali lebih berkesan bagi penerima.
Baca juga: DPRD Surabaya dan Polrestabes Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Kota Jelang HUT RI
Berbagai negara merayakan Hari Surat Menyurat Internasional dengan kegiatan khusus, seperti kampanye kesadaran, promosi filateli (koleksi perangko), dan program edukasi tentang pentingnya layanan pos.
Di beberapa tempat, diadakan pameran perangko, kompetisi menulis surat, dan diskusi publik yang memperkenalkan sejarah dan perkembangan pos.
Editor : Aris S
