Gus Hans Merangkul Gen-Z untuk Resik-Resik Jatim Berantas Narkoba

Gus Hans Merangkul Gen-Z untuk Resik-Resik Jatim Berantas Narkoba © mili.id

Gus Hans saat berinteraksi dengan anak muda.

Surabaya - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Zahrul Azhar Asumta, berharap memenangkan hati generasi muda, dan pria yang akrab dipanggil Gus Hans ini terus bergerak dinamis dalam upayanya memenangkan kontestasi Pilkada 2024.

Gus Hans yang berpasangan dengan Tri Rismaharini dalam Pilgub Jatim ini, mulai memperkenalkan diri kepada Generasi Z (Gen-Z) yang merupakan pemilih pemula dan kini memiliki peran penting dalam Pemilu

Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Selain perkenalan, Gus Hans juga ikut mensupport kegiatan yang dilakukan oleh para generasi muda dengan mengadakan kompetisi E-Sport Mobile Legends yang banyak diminati Gen-Z di salah satu kafe di kawasan Wonokromo, Surabaya Senin, (07/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hans menyampaikan komitmennya untuk mendukung perkembangan E-Sport di Jawa Timur jika terpilih sebagai wakil gubernur.

"Kami akan kembangkan E-Sport secara serius di Jawa Timur. Jika terpilih, kami akan menyediakan tempat khusus untuk pelatihan agar anak-anak muda bisa meningkatkan kemampuan mereka," ujar Gus Hans di hadapan peserta lomba.

Sebagai seorang pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Jombang, Gus Hans memahami pentingnya memberi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan yang positif.

Dirinya menambahkan, kehadiran acara seperti lomba E-Sport ini dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menjauhkan generasi muda dari pengaruh buruk seperti narkoba, sehingga bersama generasi muda dirinya bisa resik-resik Jatim dari barang haram tersebut.

“Ketika anak-anak muda berkumpul untuk melakukan hal positif, seperti lomba E-Sport ini, mereka akan meninggalkan kebiasaan buruk, termasuk narkoba. Mereka akan lebih fokus pada hal-hal yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” lanjutnya.

Gus Hans juga menyadari tantangan yang dihadapinya, terutama dalam memperkenalkan diri kepada Generasi Z yang mungkin lebih familiar dengan sosok pasangannya, Tri Rismaharini, dibanding dirinya. Namun, ia tak gentar dan akan terus hadir di berbagai acara yang digemari generasi muda untuk meningkatkan tingkat keterkenalannya.

Baca juga: Khofifah Lantik IKA UNAIR Bali, Ajak Alumni Perkuat Ekonomi Daerah

“Kita tahu bahwa Bu Risma sudah sangat dikenal oleh anak-anak muda. Namun, saya belum begitu dikenal di kalangan Generasi Z. Itulah sebabnya saya akan sering datang ke acara seperti ini untuk memperkenalkan diri dan menyapa mereka,” katanya.

Tak hanya E-Sport, ke depan Gus Hans berencana untuk menghadiri berbagai acara olahraga lain seperti lomba basket, sepak bola, dan futsal. Menurutnya, acara-acara semacam ini memiliki daya tarik besar bagi anak-anak muda dan akan menjadi medium efektif untuk membangun kedekatan.

Dalam pandangan Gus Hans, jumlah Generasi Z di Jawa Timur saat ini sangat signifikan, seiring dengan bonus demografi yang sedang dihadapi.

Gus Hans berharap, hubungan yang terjalin antara dirinya dengan Generasi Z tidak sekadar hubungan elektoral, melainkan hubungan jangka panjang yang saling mendukung.

"Bonus demografi ini harus dirawat dengan baik. Jika tidak, kita akan menghadapi risiko yang tidak diinginkan. Itulah mengapa saya ingin membangun hubungan yang lebih dari sekadar kepentingan pemilu. Saya ingin terlibat langsung dalam upaya menjaga masa depan mereka,” jelasnya.

Baca juga: Gion Spa Diduga Masih Beroperasi Meski Belum Kantongi Rekomendasi, Publik Tunggu Sikap Tegas Pemerintah

Selain itu, Gus Hans juga menekankan pentingnya pendekatan personal dalam berinteraksi dengan Generasi Z. Ia percaya bahwa generasi muda saat ini membutuhkan perhatian dan sapaan yang nyata dari para pemimpin, agar merasa didengar dan diperhatikan.

“Generasi Z itu butuh disapa, butuh diberi ruang untuk berpendapat. Saya ingin mereka tahu bahwa saya ada di sini untuk mendengarkan dan mendukung aspirasi mereka,” ujarnya lebih lanjut.

Disinggung para Gen-Z yang belum banyak mengenal dirinya, Gus Hans memaparkan bahwa dirinya selama ini lebih banyak berkomunikasi dilingkungan pondok pesantren dan kedepannya akan lebih inten berkomunikasi dengan semua pihak termasuk para anak muda.

"Memang sebelumnya saya lebih banyak berkomunikasi degan pondok pesantren atau kelompok hijau, karen kami juga saling membagi tugas dengan tim kami, dan untuk kedepannya saya akan lebih inten untuk mengajak anak muda atau Gen-Z ini untuk ber interaktif," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait